Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini dalih presiden buruh soal item TV dan parfum dalam KHL

Ini dalih presiden buruh soal item TV dan parfum dalam KHL Hari Buruh Sedunia. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan, munculnya televisi dan parfum dalam 84 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dituntut oleh KSPI saat May Day 2014 lalu berdasarkan sebuah riset yang dilakukan oleh Akatiga Pusat Analisis Sosial. Dalam riset itu, buruh membutuhkan 122 item dan untuk pekerja lajang.

Sedangkan kajian yang dilakukan oleh KSPI terhadap kebutuhan yang sangat diinginkan oleh buruh adalah 84 item. "Sebelumnya, kita telah membuat dan mengukur seberapa banyak kebutuhan yang diperlukan oleh buruh," ujar Said dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (8/5).

Said bahkan membandingkan saat tahun 1982, di zaman Presiden Soeharto , Menteri Tenaga Kerja Soedomo merumuskan Kebutuhan Fisik Minimum (KFM) berisikan hampir 50 jenis.

"Dan kebutuhan itu, seiring waktu akan mengalami sebuah perubahan. Semisal jika dulu mengukur baju pakai (bahan) tetoron, kalau sekarang pakai tetoron lagi ya tidak mungkin. Begitu pula jika dulu itu mendengarkan radio yang dua band, sekarang mana ada radio dua band, sudah tidak ada lagi di pasaran. Jadi seiring waktu terhadap konsumsi masyarakat dalam hal ini maka kebutuhan hidup para buruh tentu akan berubah," paparnya.

"Jadi seiring waktu dan makin meningkatnya perekonomian negara maka kebutuhan seperti radio sebagai alat informasi bagi para pekerja berubah menjadi televisi. Karena saat ini masyarakat ataupun buruh lebih banyak membeli televisi," imbuhnya.

"Itemnya tetap televisi, tetapi jenis ataupun kualitasnya berbeda–beda. Dan mengapa ditemukan adanya jenis LED, karena LED itukan adanya di Jabodetabek. Karena sesuai dengan hukum pasar, barang yang banyak tersedia pasti itulah yang dibeli," kata Said lagi.

Meski begitu, lanjut dia, penentuan jenis dan kualitas televisinya itu tergantung dewan pengupahan di tiap daerah. Dan yang lainnya seperti parfum. Jika dulu mungkin orang tak memakai parfum karena dulu kualitas udaranya masih bagus dan polusinya pun masih sedikit. Sehingga tidak membutuhkan parfum pada dahulu. Jadi karena seiring waktu dan kebutuhan, kebutuhan parfum menjadi juga kebutuhan para buruh.

"Perlu menjadi catatan adalah, jangan sekali-kali membayangkan jika kebutuhan parfum buruh adalah parfum yang mahal. Hal ini karena didasari pola konsumsi yang berubah. Jadi, itulah mengapa kita meminta adanya penambahan item KHL dari 60 item menjadi 84 item KHL seperti yang jadi satu dari 10 tuntutan KSPI saat May Day 2014," pungkasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP