Ini Daffa, bocah pemberani yang berani adang motor masuk trotoar
Merdeka.com - Daffa Farros Oktoviarto, bocah berusia 9 tahun, berani menegakkan aturan dengan mencegat atau menstop sepeda motor yang melewati trotoar. Berkat keberaniannya itu, dia menjadi pusat perhatian, foto dan videonya beredar di dunia maya.
Daffa lahir 24 Oktober 2006 lalu, merupakan anak pasangan dari Yuri dan Dinar. Dia tinggal di rumahnya yang berada di sisi kiri jembatan layang Kawasan Kalibanteng, Kota Semarang. Ia diasuh neneknya, Murti (72), pensiunan Perhutani di Jalan Pahlawan Kota Semarang Bidang Pengawasan.
Saat ditemui merdeka.com, Selasa (19/4), Daffa yang merupakan anak kedua langsung melempar senyum ceria polosnya. Daffa nampak bersemangat dan langsung memperlihatkan sepotong kaosnya yang dipakai saat beraksi menghalau motor di trotoar dan menjadi pembicaraan ramai di sosial media.
"Kaos ini yang saya pakai waktu saya stop di sana," ungkapnya polos dengan menunjuk ke arah Jalan Raya Jenderal Sudirman, tepatnya sekitar 50 meter sebelum trafic light Kawasan Kalibanteng, Kota Semarang.
Daffa mengaku aksi nekatnya itu dilakukannya karena dia tahu trotoar tempat untuk pejalan kaki, bukan untuk dilewati oleh sepeda motor.
"Saya cegat seminggu yang lalu. Supaya tidak pada lewat trotoar. Enggak boleh. Di TV-TV dan spanduk kan banyak. Ya endak papa. Kan endak boleh lewat trotoar," ungkap Daffa.
Daffa mengungkapkan kebiasaan menyetop pemotor itu berlangsung sejak Januari lalu. Kebiasaan menyetop pejalan kaki itu kadang dilakukan sendiri, kadang bersama kakaknya, Enrico.
"Tapi seringnya sendiri. Kadang bareng kakak saya Enrico, sambil sepedaan saya di pinggir trotoar menyetop pemakai motor. Kan enggak boleh lewat jalan trotoar pemakai motor. Enggak bolehlah," ujarnya dengan bahasa lugu.
Kesibukan kedua orangtua yang bekerja di luar kota membuat Daffa tak hanya diasuh neneknya, dia juga diasuh seorang pembantu bernama Partiyah atau akrab dipanggil Mbak Yah.
Yuri, sang ayah Daffa bekerja di proyek atau kontraktor di luar kota. Kemudian ibunya Dinar adalah bekerja di sebuah bank swasta di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
"Sehari-hari dia bersama saya dan Mbah Yah pembantu kami. Anaknya hiperaktif dan kalau ngomong dan berdebat tidak mau kalah. Kritis dan cerdas," ungkap neneknya Murti saat ditemui merdeka.com Selasa (19/4).
Murti mengaku aksi yang dilakukan oleh cucunya yang hiper aktif dan paling menyukai pelajaran IPA itu mengundang risiko. Bahkan dirinya baru mengetahui aksi yang dilakukan oleh Daffa saat Jumat (15/4) lalu.
"Saya tahunya pas hari Jumat minggu kemarin. Dari pembantu saya, Partiah panggilanya Mbak Yah. 'Itu lho bu, dia di sana nyegati motor yang lewat trotoar'," ungkapnya menirukan pembantunya saat itu.
Murti sangat berterima kasih jika ternyata aksi yang dilakukan oleh cucu keduanya itu mendapatkan apresiasi dari para netizen setelah diupload oleh salah seorang pemakai jalan yang melihat cucunya berani menghalau pemotor yang melewati trotoar.
"Yah saya ucapkan terima kasih. Tapi kan seharusnya itu tugas polisi. Lain kali, Daffa jangan lagi yah begitu, soalnya berbahaya. Itu kan tugasnya pak polisi," pungkas Murti sambil menasihati Daffa yang duduk di sampingnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya