Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini antusiasme pemilih pilpres di luar negeri

Ini antusiasme pemilih pilpres di luar negeri Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 telah menyihir sebagian besar rakyat Indonesia. Euforia tersebut juga dirasakan sejumlah pemilih yang berdomisili di luar negeri, termasuk para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di berbagai negara.

Antusiasme yang sangat besar mereka tunjukkan dengan berbondong-bondong mendatangi TPS terdekat untuk memilih calon pemimpinnya. Hanya berbekal paspor dan kartu tanda penduduk, para TKI ini tak mau ketinggalan merayakan pesta demokrasi lima tahunan ini.

Rasa antusias itu terlihat dari jumlah pemilih yang mengalami peningkatan pesat, bahkan lebih besar dibandingkan Pemilu Legislatif yang berlangsung 9 April lalu. Kondisi ini lah yang sempat diantisipasi Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) untuk menghadapi massa yang sangat besar.

Seperti yang terjadi di Hong Kong, TPS yang dipusatkan di Taman Victoria atau Victoria Park dipenuhi lautan manusia. Sebagian besar di antaranya merupakan para TKI yang bekerja di negara tersebut.

Berikut antusiasme pemilih pilpres di luar negeri yang dirangkum merdeka.com:

Jumlah pemilih naik tiga kali lipat

naik tiga kali lipat rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Antusiasme WNI pada Pemilihan Presiden (Pilpres) di luar negeri cukup tinggi. Diprediksi jumlah pemilih akan lebih banyak dari Pemilihan Legislatif (Pileg) yang sudah berlangsung sebelumnya."Pemilih di luar negeri akan meningkat dibandingkan dengan Pileg, karena antusiasme masyarakat WNI di sana lebih tertarik Pilpres," kata Ses NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Drs.Setyo Wasisto, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (11/6).Oleh karena itu, lanjut Setyo, pengaturan (regulasi) harus lebih ditingkatkan. Apalagi Pilpres tahun ini capres dan cawapresnya hanya dua saja.Perihal bagaimana sejauh ini pengamanan Pilpres di luar negeri, Setyo menyatakan bahwa personel kepolisian sudah kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengamankan jalannya Pilpres 2014. Begitupun dengan jumlah pemilih (WNI) yang berada di luar negeri akan meningkat."Personel kami (polisi) membantu Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dalam penyaluran surat suara. Karena dipastikan pemilih Pilpres ini akan meningkat tajam dibandingkan dengan pemilu legislatif," tutupnya.

Jadi hari libur

libur rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pemungutan suara dalam Pilpres 2014 yang dilaksanakan di luar negeri dijadwalkan lebih awal dari pelaksanaan di dalam negeri. Pelaksanaannya lantas ditetapkan pada hari libur."Mungkin kalau pemilihan di luar negeri dilaksanakan pada saat hari libur kerja setempat. Jadi tidak meliburkan warganya pada hari kerja, karena yang melakukan pemungutan suara kan hanya sebagian kecil warga Indonesia ada di sana," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Agus Riyanto, Jakarta, Jumat (27/6).Peran serta Polri dalam pengamanan pemungutan suara di luar negeri itu bersifat membantu kepolisian setempat. Hal itu dilakukan agar proses pemungutan suara berjalan dengan tertib dan lancar."Pemilu di luar negeri, sifatnya membantu memantau kepolisian setempat. Jumlahnya ada 24 orang, kita tempatkan di beberapa negara, seperti di Hongkong, Arab Saudi, Singapura dan Malaysia," ujarnya.Meskipun pemungutan suara di luar negeri waktunya lebih awal dari di Indonesia, tetapi penghitungannya dilakukan secara serentak."Jadi pemungutan suara Pilpres ditentukan pada hari libur. Sama halnya seperti Pemilu Legislatif kemarin jadwalnya dilaksanakan lebih awal dibanding di dalam negeri, tapi penghitungannya sama serentak," pungkasnya.

TKI Hong Kong antre panjang

kong antre panjang rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Semangat Pemilu Presiden 2014 bukan hanya dirasakan warga di Tanah Air. Warga Negara Indonesia di berbagai negara juga sangat antusias menunggu hari pencoblosan yang akan dilangsungkan pada 9 Juli nanti.Seperti yang terjadi di Hong Kong dan Taiwan. Para Tenaga Kerja Indonesia sampai mengantre di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disiapkan panitia exit poll dari relawan Jokowi.Sikap antusias juga ditunjukkan WNI di Taiwan yang jadi fans Jokowi. Bahkan mereka tak henti-hentinya menyuarakan sambil mengacungkan dua jari kepada setiap masyarakat setempat yang melintas."Kalau di Taiwan agak seru dan bebas, karena pemilih yang sedang antre, setiap kali ada yang hendak memotret, malah ramai-ramai menyatakan 'Salam Dua Jari' secara beramai-ramai. Rakyat punya mau, ya mau bagaimana," cerita seorang buruh migran bernama Suryanto.Dilansir kemlu.go.id, Minggu (6/7), Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) telah menggelar Pemilu Presiden (Pilpres) selama satu hari sejak pukul 08.30 waktu Hong Kong. Jumlah pemilih mengalami kenaikan yang cukup pesat, yakni 23.569 pemilih di Hong Kong dari sebelumnya 18.177 pada Pileg lalu.Namun, Pilpres di Hong Kong ini sempat diwarnai aksi unjuk rasa akibat kekecewaan para pemilih yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Sebab, TPS langsung ditutup begitu jarum jam menunjukkan pukul 17.05 waktu setempat.

Pilpres di Malaysia berlangsung aman

malaysia berlangsung aman rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pemilihan Presiden (Pilpres) di Kuching, Malaysia sudah digelar pada 5 Juli 2014. Berdasarkan data Polri, Pilpres dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar.Dari hasil kegiatan Satgas Ops 6 (Subsatgas Kuching-Malaysia) Polri yang diterima merdeka.com, Minggu (6/7), jumlah personel yang dikerahkan kurang lebih belasan orang. Seorang perwira menengah menjadi penanggungjawab di lokasi ini.Kegiatan pengamanan Polri dimulai sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Setelah melakukan briefing kepada seluruh personel, kegiatan pengamanan Pilpres dimulai dengan berkoordinasi dengan KPPSLN (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri). Sekitar pukul 09.00 waktu setempat, pencoblosan Pilpres pun dimulai.Personel kepolisian terlebih dahulu melakukan pengecekan gudang penyimpanan surat suara via drop box. Gudang penyimpanan ini pun dinilai sudah aman.Sasaran Polri dalam kegiatan pencoblosan ini untuk menjaga Pilpres agar berjalan aman, lancar, tertib, jujur, dan adil. Pukul 10.00 waktu setempat, meninjau penyiapan TPS oleh KPPSLN.Hingga pukul 22.00 waktu setempat, personel kepolisian melakukan konsolidasi dengan seluruh panitia pelaksana. Pilpres di Kuching, Malaysia pun dinyatakan berjalan lancar dan aman.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP