Ini alasan Kapolri soal molornya penyidikan kasus UPS
Merdeka.com - Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) dalam APBD DKI 2014 oleh Bareskrim Mabes Polri terkesan mandek. Setelah menggeledah Gedung DPRD DKI dan memeriksa wakil DPRD Abraham Lunggana (Lulung), Polri kini tidak meminta keterangan dari pihak lain.
Kapolri Jendral Badrodin Haiti membantah apabila kasus UPS tersebut jalan di tempat dan tidak menemukan bukti baru. Menurutnya, Bareskrim sedang menyelesaikan berkas dua tersangka Alex Usman, pejabat pembuat komitmen pengadaan UPS di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, dan Zaenal Soleman di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.
"Sebetulnya tidak jalan di tempat, itu proses masih berjalan. Tentu ini-kan sedang menyelesaikan seperti UPS itu, menyelesaikan berkasnya yang menjadi tersangka itu," kata Badrodin di Mabes Polri, Jumat (22/5).
Dia melanjutkan, setelah proses penyelesaian berkas tersebut, Polri akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak lain, yang berkaitan dengan kasus korupsi UPS itu.
"Tapi-kan juga nanti setelah itu ada langkah lanjut yang mungkin ada pihak-pihak lain yang ditetapkan tersangka atau yang terlibat, tentu akan disidik lanjut. Jadi tidak menurut saya tidak jalan di tempat," ungkapnya.
Sebagai orang nomor satu di korps Bhayangkara, Badrodin mengaku terus memonitor perkembangan kasus yang ditangani oleh Bareskrim Polri.
"Saya hampir tiap hari tanya (perkembangan kasus UPS)," pungkasnya.
(mdk/efd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya