Ini alasan Kapolri, polisi setop & periksa bus peserta aksi 212
Merdeka.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengakui telah memerintahkan jajaran kepolisian untuk melakukan penyetopan terhadap massa peserta aksi 2 Desember di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Tindakan tersebut menuai banyak protes di media sosial.
Namun, Tito menyebut tindakan yang dilakukan kepolisian berdasarkan kesepakatan bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Dalam butir kesepakatan nomor dua disebutkan Aksi Bela Islam III hanya berupa zikir dan doa untuk keselamatan negeri.
"Berdasarkan kesepakatan itu, kami sudah mengimbau massa untuk tidak membawa bambu runcing. Kami hanya ingin memastikan cukup sajadah yang dibawa, karena niatnya adalah untuk beribadah," ungkap Kapolri dalam rapat kerja bersama Komisi III di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/12).
Berikut isi kesepakatan yang dimaksud Kapolri, 'GNPF MUI dan Polri sepakat, bahwa dalam Aksi Bela Islam III akan digelar zikir dan doa untuk keselamatan negeri, serta tausiyah umaro dan ulama di lapangan Monas dan sekitarnya dari jam 08.00 pagi hingga salat Jumat'.
Sehingga, untuk menghindari aksi-aksi yang tidak diinginkan, polisi melakukan penyetopan agar demonstrasi damai 2 Desember tetap berjalan sesuai koridor.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya