Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini alasan Jokowi reshuffle kabinet kerja

Ini alasan Jokowi reshuffle kabinet kerja Menteri Kabinet Jokowi. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan perombakan kabinet kerja. Ada sembilan nama baru yang masuk ke dalam kabinet, dan empat menteri yang digeser ke pos baru.

"Saya selalu ingin berusaha maksimal agar kabinet kerja bisa bekerja cepat, efektif, bekerja dalam tim solid dan saling dukung sehingga hasilnya nyata dalam waktu secepatnya," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/7).

Jokowi mengaku menyadari ada sejumlah tantangan yang membutuhkan keputusan cepat. Salah satunya adalah dengan melakukan perombakan, khususnya di bidang perekonomian yang bersentuhan langsung dengan rakyat.

"Saya sadari tantangan-tantangan terus berubah dan membutuhkan kecepatan kita dalam bertindak dan memutuskan, kita harus bertindak yang langsung dirasakan oleh rakyat, dinikmati oleh rakyat dalam jangka pendek dan panjang," ujar Jokowi.

Berikut nama-nama menteri hasil digeser dari jabatannya ke pos baru:

Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko Kemaritiman;

Bambang Brodjonegoro sebagai Menteri PPN dan Kepala Bappenas;

Sofyan Djalil sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang; dan,

Thomas Trikasih Lembong sebagai Kepala BKPM.

Nama baru di kabinet kerja:

Wiranto sebagai Menko Polhukam

Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan;

Eko Putro Sanjoyo sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi;

Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan;

Muhajir Effendi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan;

Enggartiasto Lukito sebagai Menteri Perdagangan;

Airlangga Hartanto sebagai Menteri Perindustrian;

Arcandra Tahar sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; dan,

Asman Abnur sebagai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP