Ini 4 Alasan warga Bali seakan tak percaya Jero jadi tersangka
Merdeka.com - Ditetapkannya Jero Wacik sebagai tersangka mengundang reaksi koleganya di Bali. Jero Wacik dikenal tumbuh sebagai politisi dari daerah kelahirannya itu. Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta menilai bahwa Jero sesungguhnya sudah jadi target KPK sejak lama.
Sedikit emosional, Mudarta menyebut bahwa ditetapkannya Jero Wacik sebagai tersangka oleh KPK, lantaran memang, sudah jauh hari belakangan telah menjadi target di KPK.
"Beliau menjadi target. Apalagi, posisinya sebagai Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat," sebutnya, Rabu (3/9).
Selain Made Mudarta, penetapan Jero sebagai tersangka mengundang komentar banyak warga Bali. Beberapa tak menyangka jika Jero bisa menjadi tersangka kasus pemerasan. Berikut dirangkum merdeka.com, Jumat (5/9):
Jero dikenal ramah dan sederhana
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebagai mantan menteri Pariwisata, Jero wacik dikenal sebagai pekerja yang ulet dan merangkul sejumlah insan pariwisata dan pengusaha perhotelan di Bali. Pun demikian sejak ditetapkannya sebagai tersangka dalam kasus Migas oleh KPK, Rabu (3/9), tentu hal ini membuat sejumlah insan pariwisata terkejut dan merasa terluka.Seperti yang diungkapkan Agung Ray Suryawijaya, Ketua PHRI Badung, mengaku kaget dan tidak menyangka akan kabar tersebut. Ia pun mengaku terluka mengingat menteri asal dusun Kintamani kabupaten Bangli ini pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata.
"Tentu ini sangat melukai kita semua, beliau sosok yang ramah dan murah senyum. Tetapi justru terkena kasus sperti ini, tentu kami sangat tidak menyangka di balik keramahan dan kesederhanaannya," kata mantan GM Paradiso Hotel, ini Kamis (4/9).Iapun berharap agar nantinya bila menteri di kabinet Jokowi-JK ada sosok orang Bali yang terpanggil, hendaknya berlaku jujur dan tidak mengumbar kebaikan demi kepentingan pribadi.
"Setidaknya lebih hati-hatilah agar tidak tersandung dan tergiur sesuatu yang justru merugikan diri sendiri dan semua pihak pada akhirnya,” Kata Suryawijaya.
BCW: Jero tak punya aset mencolok
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetua Bali Corruption Wacth (BCW), Putu Wirata Dwikora mengaku sangat menyesalkan kasus korupsi yang menjerat Jero Wacik. Semestinya, kata dia, Jero Wacik menjaga senioritas dirinya. Ia juga semestinya menjaga kepercayaan warga Bali yang telah memilihnya sebagai anggota DPR melalui Partai Demokrat."Namun ini semua tidak bisa dilakukan oleh Jero Wacik. Semua elemen masyarakat Bali menyesal dan kecewa dengan Jero Wacik karena KPK sudah menetapkan sebagai tersangka," kata Wirata, ditempat terpisah, Kamis (4/9).Katanya, menurut data yang dimiliki BCW, Jero Wacik hampir tak memiliki aset yang mencolok. Pola hidupnya sederhana. Bahkan rumah kediaman Jero Wacik di Bangli merupakan milik keluarga besar.
"Namun publik tidak perlu tertipu dengan kesederhanaan beliau (Jero Wacik). Sebab bisa saja korupsi selama kurang lebih 2 tahun itu untuk memperkaya orang lain. Siapakah orang lain itu, nanti KPK yang bisa membuktikannya," terang dia.
Rumahnya tak seperti rumah menteri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSejumlah keluarga Jero Wacik hanya terdiam lesu dan tidak percaya ketika Jero Wacik tersandung masalah dengan KPK. Dijumpai di desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani kabupaten Bangli, tempat Jero Wacik tinggal masa kecil, keluarganya tidak banyak bicara. Mereka memilih menggelengkan kepala jika mengingat sosok Jero Wacik selama ini.Suasana Kamis (4/9) pagi, di desa Kintamani sangat cerah namun udara dingin sangat menyengat, maklum desa tempat tinggal Jero Wacik berada di dataran tinggi Gunung Batur, Bangli. Nampak sejumlah wartawan dari media cetak dan televisi ramai di rumah yang tidak nampak seperti rumah milik seorang menteri di negeri ini. "Beginilah rumah paman kami yang seorang menteri. Apa mungkin dia korupsi, rumahnya saja tidak dibangun mewah. Ini masih rumah tua kami," kata I Nengah Martono, keponakan Jero Wacik dijumpai pagi tadi sekitar pukul 08.00 WITA, Kamis (4/9).Ia tidak terima pamannya (Jero Wacik) disebut-sebut melakukan pemerasan dan korupsi. "Kecewa dengan pemberitaan dan penetapan oleh KPK yang menyebut beliau sebagai pemeras. Ini seperti permainan dan dipaksakan harus seperti itu," kata Martono.
Dikenal sebagai tokoh adat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenurut I Nengah Martono, keponakan Jero Wacik, di mata keluarga dan warga Bangli pamannya merupakan sosok sederhana dan rendah hati. "Kami tidak percaya dengan apa yang dituduhkan KPK," tegasnya.Katanya, Jero Wacik di desa juga sebagai tokoh adat dan masyarakat. Bahkan dalam setiap upacara Agama, Jero Wacik selalu datang walau sesibuk apapun itu. Iapun berharap tuduhan praduga tak bersalah itu akan terungkap kebenarannya.Sementara itu warga lingkungan sekitar yang mendengar informasi ini, sebagian mengaku kaget dan tidak percaya. "Bapak lihat saja desa kami, kalau menteri banyak duit tentu desa kami akan terlihat kaya. Rumah tuanya saja tidak dibangun dan masih dalam bentuk aslinya. Kemana uangnya yah, kalau lihat desa dan rumahnya, tidak layak kalau ternyata itu rumah seorang menteri," kata salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari rumah Jero Wacik.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya