Ingin pikat wanita, satpam di Bekasi jadi polisi gadungan
Merdeka.com - Niat ingin mencari pasangan hidup, seorang petugas keamanan di Kota Bekasi, M. Tegar harus berurusan dengan kepolisian. Pemuda 23 tahun ini nekat menjadi polisi gadungan demi memuluskan usahanya tersebut.
Tegar ditangkap polisi ketika sedang antre di dalam mesin ATM di Perumahan Bintara Residen, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Minggu (24/6) malam lalu. Tersangka ditangkap karena ada seorang polisi yang mencurigai gelagatnya.
"Tersangka mengenakan pakaian yang ada lambang Polri, ketika diinterogasi tidak bisa menjawab," kata Kapolsek Bekasi Kota, Kompol Parjana di Bekasi, Selasa (26/6).
Dia mengatakan, awalnya tersangka ditanya soal kesatuan tugasnya, lalu pimpinan Polda Metro Jaya. Karena berbelit, polisi yang menangkapnya meminta tersangka menunjukkan kartu tanda anggota Polri. Namun, tersangka tak bisa menunjukkannya.
"Kemudian dilakukan penggeledahan, dan ditemukan sepucuk senjata api mainan jenis revolver," kata Parjana.
Tak bisa berkelit, tersangka mengakui bahwa bukan anggota polisi, melainkan hanya seorang satpam perusahaan. Kepada polisi, hal itu dilakukan agar mudah mendapatkan wanita idaman melalui media sosial jenis facebook.
"Menjadi polisi agar terlihat gagah, dan banyak perempuan tertarik kepada tersangka," kata dia.
Sejauh ini, menurut dia, belum ada wanita terpedaya dengan tersangka. Kepada polisi, tersangka mengaku baru tiga bulan mengaku-ngaku sebagai polisi. Untuk meyakinkan, bahkan tersangka membawa senjata jenis airsoft gun.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 karena memiliki senjata api tanpa izin. Ancamannya hukuman maksimal 12 tahun penjara.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya