Ingin cepat jadi PNS, 2 warga Kendari ditipu hingga puluhan juta
Merdeka.com - Merasa ditipu ratusan juta rupiah, dua warga Kendari, Sulawesi Tenggara, yang hendak mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yakni Basir dan Ali, melaporkan seorang pria berinisial TP ke Bareskrim. Dia merasa ditipu karena pelaku tak memenuhi janjinya untuk lolos menjadi PNS.
"TP ini mengaku sebagai staf Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dia beraksi bersama tujuh koordinator lainnya menyebarkan informasi bahwa mereka mampu meloloskan kami masuk PNS sesuai jabatan yang diinginkan. Oleh sebab itu orang-orang di kampung percaya saja," Kata Basir di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/9).
Basir menjelaskan, dalam menunjang aksinya ini, TP melalui koordinator, meminta sejumlah uang kepada korbannya dengan variasi dari Rp 10 juta hingga Rp 25 juta.
"Usai mendapatkan uang, TP kemudian memberikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PNS sesuai penempatan yang dimaui. Kami pun langsung memercayainya. Namun nyatanya kami tunggu-tunggu tak ada pelantikan PNS. Dan setelah kami cek ke lembaga negara, ternyata SK itu palsu. Mereka tidak pernah mengeluarkan SK seperti itu," paparnya.
Basir memaparkan, selain dirinya, ada sepuluh keluarganya yang terhasut akan penipuan TP, yakni tiga anaknya dan tujuh keponakannya. "Kami ditipu pada 2014 lalu, saat akhir era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Total kerugian kami mencapai kurang lebih Rp 500 juta," paparnya.
Lanjut Basri, bukan hanya keluarganya saja. Ada ratusan warga Kendari yang turut menjadi korban. "Bahkan, mereka pernah dikumpulkan di Jakarta untuk dijanjikan masuk menjadi PNS. Namun, kebanyakan korban enggan melapor. Saya harap polisi cepat menanggapi kasus ini," tutupnya. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya