Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ingrid Kansil: Pembagian Alquran tak mungkin di mark up

Ingrid Kansil: Pembagian Alquran tak mungkin di mark up al qur'an. shutterstock

Merdeka.com - Komisi VIII DPR sedang disorot sehubungan dengan ditetapkannya Zulkarnaen Djabar sebagai tersangka kasus korupsi Alquran. Kader Demokrat yang juga anggota komisi agama itu Ingrid Kansil mengaku menerima sebanyak 500 buah kitab suci Alquran.

"Secara resmi sebagai komisi, memang Alquran itu diperuntukan untuk masyarakat yang membutuhkan, bagi majelis taklim, ormas-ormas keagamaan dan memang untuk masyarakat yang membutuhkan. Jadi menurut saya pembagian Alquran itu merupakan sesuatu yang mudah-mudahan tidak ada kaitannya dengan mark up soal pengadaan anggaran ini," ungkap Ingrid kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, (3/7).

Menurut istri Syarief Hasan ini, pembagian Alquran tersebut adalah pembagian resmi yang dilakukan komisi. Ingrid tidak tahu apakah semua anggota DPR menerima jatah pembagian Alquran.

"Saya tidak paham apakah semua anggota, tapi pembagian itu ada," jelas Ingrid.

"Saya dapat, tapi itu juga semua diarahkan untuk masyarakat yang membutuhkan. Karena kita anggota dewan yang mewakili anggota masyarakat. Itu bukan hal yang istimewa," pungkasnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka korupsi Alquran yaitu anggota Komisi VIII Zulkarnaen Djabar dan anaknya Dendi Prasetya. Namun keduanya belum diperiksa oleh KPK. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP