Info OTT hoax, KPK hati-hati gelar operasi penangkapan
Merdeka.com - Heboh kabar operasi tangkap tangan (OTT) membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih berhati-hati. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang terkait merebaknya isu operasi tangkap tangan salah satu anggota DPR pada Senin (7/3) kemarin.
"Kami juga memaknai di balik ini ada sinyal yang dikirim ke KPK bahwa kami memang harus lebih hati-hati," ujar Saut kepada merdeka.com, Selasa (8/3).
Selain itu dia juga mengatakan menyebarnya info tersebut sebagai analisa reaksi yang ditimbulkan jika ada kabar OTT, terlebih lagi sekarang ini KPK juga tengah berencana untuk membuat Satuan Tugas (Satgas) khusus dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dengan aparat penegak hukum lainnya.
"Kami menganalisis aksi reaksi atau dinamika kegiatan tertutup ini di sisi internal, eksternal dan posisi kami di tengah visi koordinasi, supervisi dan monitoring dengan aparat penegak hukum lainnya," tukasnya.
Seperti diketahui, Senin (7/3) merebak kabar anggota DPR diciduk penyidik KPK di basement Gedung DPR Nusantara I. Dalam isu tersebut dikatakan pimpinan Komisi VIII dari Fraksi PKB Ida Fauziyah diamankan pihak KPK, namun kabar tersebut dibantah oleh KPK. Kabar itu terbukti tidak benar karena KPK telah membantahnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya