'Indonesia tanpa Jokowi' di UGM
Merdeka.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gajah Mada (BEM KM UGM) Yogyakarta, menjadi perbincangan para pengguna media sosial. Pada 13 November nanti, mereka akan mengadakan lomba yang mengusung nama Presiden Joko Widodo.
Lomba itu bertema 'Indonesia Tanpa Jokowi', sejumlah pertanyaan menyoroti BEM KM UGM. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan 'Indonesia Tanpa Jokowi'? Apakah mereka mengadakan lomba menyerukan penolakan Jokowi?
Halim selaku Menteri Aksi dan Propaganda BEM KM UGM mengungkapkan lomba 'Indonesia Tanpa Jokowi' bukanlah untuk berkumpul menjelek-jelekkan Jokowi. Melainkan lomba untuk menuangkan curahan hati para peserta mengenai Indonesia dalam pimpinan Jokowi.
"Itu lebih ke arah lomba mural, cuma memang temanya 'Indonesia Tanpa Jokowi'. Jadi dalam acara ini, lebih kepada kreativitas para peserta nantinya. Kita mau lihat, apakah mereka menganggap Indonesia lebih baik tanpa Jokowi, atau Indonesia tidak lebih baik tanpa Jokowi," kata Halim saat dihubungi merdeka.com, Rabu (4/11) malam.
Halim menjelaskan, dalam lomba yang akan dilaksanakan di Gelanggang Mahasiswa UGM ini, dia beserta panitia lainnya yang tergabung dalam BEM UGM siap menampung segala curahan semua peserta yang nantinya akan berlomba dalam suatu tim.
"Rencananya lomba ini kan kita atur per tim, kita menampung 50 tim, dengan satu timnya berisi dua peserta. Nah di sini kita terima luapan mereka mengenai Jokowi. Tak bisa kita pungkiri, ada tanggapan bahwa Indonesia sangat jelek adanya Jokowi, serta tanggapan Indonesia bagus dengan Jokowi," paparnya.
Lanjutnya, para peserta yang boleh dari kalangan mana saja, atau dengan kata lain peserta bukan hanya mahasiswa UGM ini juga bisa meluapkan apresiasinya jika dia menjadi pemimpin kelak menggantikan Jokowi.
"Mereka boleh mengeluarkan semua yang ada di kepala. Misal, jika menjadi presiden, Indonesia akan saya jadikan lahan penghijauan dibanding gedung-gedung tinggi. Semuanya itu sah-sah saja," tuturnya.
Sementara itu, pro dan kontra pun muncul menanggapi lomba ini, beberapa orang pun menyerukan penolakan adanya lomba itu. Bahkan di antara mereka sampai membuat poster dengan tema 'Lomba Tembang Macapat dengan tema UGM tanpa BEM'.

"saya lebih tertarik ikut lomba ini ;)," ujar pemilik akun twitter erdy_sr kepada BEM KM UGM.
Menanggapi hal itu, Halim mengaku tak ambil pusing. "Siapapun sah saja berkomentar, itu engga masalah. Sama dengan misal mereka berkomentar pro dan kontra dalam kepemimpinan Jokowi. Itu sah-sah saja. Semua orang boleh mengapresiasikan apa yang dia pikirkan," tutup Halim mengomentari 'Lomba Tembang Macapat dengan tema UGM tanpa BEM'. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya