Indonesia dukung penuh Palestina jadi anggota Interpol
Merdeka.com - Memasuki hari ketiga sidang umum Interpol, tiga negara telah mencalonkan diri untuk bergabung menjadi anggota Interpol. Ketiga negara itu antara lain, Salomon Island, Kosovo dan Palestina.
Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Johanes Asadoma mengatakan dalam sidang tersebut, Indonesia menyatakan dukungan penuh kepada kepada tiga negara tersebut. Khususnya kepada negara Palestina.
"Mendukung, kita mendukung (Palestina)," kata Johanes di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu (9/11).
Kendati begitu, Interpol belum memutuskan apakah ketiga negara itu akan diterima menjadi anggota Interpol apa tidak. Kemungkinan, pencalonan dari tiga negara itu baru akan diputuskan tahun depan karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi para calon.
"Bukan tidak mendukung, sebetulnya mendukung juga cuma mungkin ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dulu baru nanti diputuskan tahun depan," ujarnya.
Sama halnya dengan Palestina, Interpol juga belum bisa memutuskan dua negara lain yang ikut mencalonkan diri. Namun, dipastikan Johan pencalonan ketiga negara itu sudah dibahas di sidang Interpol.
"Jadi belum diputuskan, cuma sudah ada pembicaraan dan sudah dibahas ya. Ada yang mendukung untuk segera disahkan keanggotanya tapi ada yang harus mengikuti prosedur-prosedur sehingga tahun depan untuk tiga negara itu," pungkas Johan.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya