Indonesia belum perlu bantuan Jepang pelajari gempa Aceh
Merdeka.com - Gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter (SR) terjadi di lima provinsi di Pulau Sumatera. Ternyata, peristiwa itu mengundang keprihatinan beberapa negara.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, negara Jepang dan Cina sudah menawarkan bantuan untuk menganalisa gempa yang berpusat di Kabupaten Simeulue. Namun, pemerintah Indonesia tampaknya masih belum membutuhkan bantuan kedua negara itu karena masih sanggup untuk melakukan penanganan sendiri kepada korban.
"Tapi kita lihat kemampuan kita untuk menangani. Kalau terjadi kekurangan atau kebutuhan lain, baru akan kita terima bantuan dari luar," ujar Sutopo kepada wartawan di kantor pusat BNPB Jl Juanda, Jakarta, Kamis (12/4).
Untuk bantuan logistik sendiri, saat ini pengungsi di wilayah Aceh Timur sudah mendapatkan bahan makanan pokok. Berdasarkan data BNPB, ada tiga 3 titik pengungsian untuk wilayah Aceh Timur yaitu Desa Cekeh Kecamatan Teelah, jumlah pengungsi 800 jiwa. Desa Senobo Baroh Kecamatan Daarul Aman, jumlah pengungsi 260 jiwa, dan Desa Gabing Baru Kecamatan Didiraye jumlah pengungsi 300 jiwa.
Kondisi para pengungsi sendiri saat ini masih terlihat trauma pasca gempa kemarin. Meski demikian, listrik dan aktivitas warga sudah kembali normal. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya