Indikator: Ahok-Djarot unggul 43,05 persen, Pilgub DKI dua putaran
Merdeka.com - Direktur riset Indikator Politik Indonesia Adam Kamil mengatakan kesimpulan hasil hitung cepat atau quick count yang telah dilakukan diungguli oleh Basuki Tjahaja Purnama-Djarot saiful Hidayah. Calon petahana ini memperoleh suara sebesar 43,05 persen dari total suara yang masuk sebanyak 99,75 persen.
"Hasil quick count ini menempatkan pasangan Ahok-Djarot di posisi pertama, disusul oleh pasangan nomor urut tiga lalu oleh pasangan nomor urut satu," ujar Adam, di Kantor Indikator Politik Indonesia, Jakarta, Selasa (15/2).
Adam mengatakan dengan hasil tersebut, pihaknya memprediksi pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran. Sebab, sesuai peraturan khusus untuk DKI Jakarta pasangan calon harus memperoleh suara sebanyak 50+1 persen untuk dapat menjadi pemenang dalam pilkada hari ini.
"Sesuai hasil quick count, kami prediksi pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran. Yang akan mengikuti putaran kedua yaitu pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga," ujar Adam.
Adam menambahkan pasangan urut nomor tiga Anies Baswedan - Sandiaga Uno meraih suara sebanyak 39,63 persen. Sedangkan pasangan urut nomor satu berada diurutan ketiga dengan perolehan 17,32 persen.
Quick count tersebut menggunakan margin of error +/- 1,59 persen. Dengan total partisipasi sebesar 80,2 persen.
Pantauan merdeka.com sejak awal dimulainya quick count, Ahok-Djarot menempati urutan pertama dengan perolehan suara yang berbeda sekitar 3 sampai 4 persen dengan pasangan Anies-Sandiaga. Sedangkan pasangan nomor urut 3 tidak beranjak dari perolehan suara di bawah 20 persen. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya