Imparsial desak SBY turun langsung tuntaskan konflik Papua
Merdeka.com - Maraknya penembakan misterius di Papua, mencerminkan pemerintah tidak serius meredam konflik sosial di bumi 'emas' itu.
Lembaga swadaya masyarakat the Indonesian Human Right Monitor (Imparsial) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, menteri dalam negeri, beserta pejabat terkait Papua untuk mempertanggungjawabkan keamanan disana.
"Pemerintah harus segera melakukan tindakan serius, apalagi beberapa waktu lagi Papua akan menggelar Pemilukada. Jangan sampai justru menjadi ajang kekerasan," kata Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti kepada wartawan di kantor Imparsial, Jalan Slamet Riyadi Raya, Jakarta, Kamis (7/6).
Selain itu, Imparsial mendesak SBY segera memenuhi janjinya untuk menggelar dialog terbuka dengan masyarakat Papua, untuk membahas keamanan dan ekonomi masyarakat.
"SBY berjanji serius melaksanakan dialog pada 9 November 2011 dengan rakyat Papua. Namun sampai sekarang belum, persiapan juga belum. Jika dialog tidak dilaksanakan, bisa dipastikan SBY tidak akan mendapat kepercayaan dari Papua," lanjutnya.
Sebelumnya, Senin (4/6) malam, pelajar SMU Kalam Kudus Jayapura, Gilberth Febrian Madika kritis setelah ditembak orang tak dikenal. Selasa (5/6), tiga orang ditembak dalam sehari. Mereka adalah Iqbal Rifai (22), Hardi Jayanto (22), dan Pratu Frangki Kune (25).
Semalam Rabu (6/6) sekitar pukul 21.00 WIB, Arwan Kusdini, pegawai negeri sipil yang bertugas Komando Daerah militer XVII/Cenderawasih, tewas ditembak oleh orang tak dikenal di sekitar jalan alternatif Wali Kota tembus Kodam, Kota Jayapura, Papua. Sedangkan pagi ini, Terius Tabuni, seorang warga sipil, juga tewas ditembak orang tak dikenal. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya