Imbas Virus Corona, 400 Satwa di Kebun Binatang Solo Terancam Kelaparan
Merdeka.com - Tak cuma manusia, 400 satwa di Kebun Binatang Solo atau Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) terdampak virus corona atau covid-19. Sejak Solo berstatus KLB, 23 Maret lalu, tempat wisata di tepi sungai Bengawan Solo tutup dan tak ada pemasukan.
Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo mengatakan pihaknya meluncurkan program adopsi satwa guna mengantisipasi berkurangnya ketersediaan pakan. Program yang pernah dijalankan tersebut kembali diluncurkan untuk membantu pemeliharaan satwa di masa pandemi Covid-19.
"Kami akan luncurkan lagi program adopsi satwa. Kemarin itu justru masyarakat yang mendorong untuk diluncurkan lagi," ujar Bimo, Senin (4/5).
Melalui program adopsi tersebut, kata dia, masyarakat bisa membantu memberikan bantuan dalam bentuk pakan hewan atau lainnya. Kendati demikian, bukan berarti masyarakat boleh membawa satwa pulang satwa yang diadopsi.
Dengan kondisi saat ini, pihaknya hanya bisa bertahan hingga bulan Juli. Jika pandemi corona berkepanjangan, itu ia khawatir akan berdampak pada kesejahteraan hewan.
Bimo menambahkan, sejak pandemi Covid-19, potensi pendapatan TSTJ hilang hingga miliaran rupiah. Apalagi bulan Ramadhan dan Syawal ini seharusnya pendapatan TSTJ bisa dioptimalkan.
"Biasanya kalau Lebaran itu potensi pendapatan tiket kita bisa Rp1,6 miliar satu pekan. Sekarang ini untuk menutup itu, 3 bulan ini kita dibantu Pemkot Solo Rp300 juta," katanya.
Terpisah, kurator TSTJ, Ontowiryo, menyampaikan sejak adanya wabah Covid-19, tidak perubahan dalam perawatan satwa. Pihaknya tidak mengurangi jatah pakan hewan.
"Ada 400 ekor satwa yang ada di TSTJ kondisinya baik. Tingkat stres binatang juga menurun karena suasana yang lebih sepi. Tingkah laku hewan jadi lebih tenang. Makannya juga tidak sisa banyak," ucapnya.
Terkait puasa hewan yang disarankan Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), Ontowiryo sudah melakukannya secara rutin. Ia mengaku cara tersebut sudah diterapkan sejak lama agar tidak terjadi kegemukan.
"Puasa sudah diterapkan untuk binatang karnivora seperti singa dan harimau. Hewan tersebut puasa tiap hari Rabu dan Sabtu. Kalau biasanya makan 4-5 kg, dikurangi jadi 1 kg. Sabtu ditambah tulang iga sapi untuk mengikis karang giginya," jelas dia.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya