Imbas teror bom Sarinah, keamanan gedung DPR bakal diperketat
Merdeka.com - DPR tengah menggodok regulasi baru terkait penambahan pengamanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Firman Soebagyo menjelaskan keputusan penambahan pengamanan setelah berkaca teror yang terjadi di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) pekan lalu.
"Kebetulan sekarang ada peristiwa ini memicu kita semua betul-betul diberikan warning bahwa Kompleks Parlemen jadi salah satu objek vital. Karena itu pengamanan di DPR masih sangat rawan karena ada 5 gedung 15 akses pintu," kata Firman di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/1).
Firman menyetujui bahwa penambahan pengamanan tersebut merupakan tindak lanjut dari wacana Polisi Parlemen beberapa waktu lalu. Meski begitu, Firman belum memastikan apakah tambahan pengamanan yang disebut Sistem Pengamanan Terpadu Kompleks Parlemen itu akan sama persis dengan draf Polisi Parlemen.
"Kita hanya ambil poin mana yang akan jadi referensi untuk disusun," katanya.
Dalam rapat Baleg yang digelar siang tadi, Politikus Golkar ini mengaku segera membahas hasil studi banding sejumlah Anggota Baleg ke Vietnam dan Jerman. Nantinya, dari hasil studi banding tersebut, akan dijadikan masukan apakah Pengamanan Parlemen yang diterapkan di dua negara itu akan diadopsi di Gedung DPR.
"Jerman dan Vietnam hampir sama dalam sistem pengamanan dan kemudian kita akan coba adopsi apa yang kira-kira adopsi untuk Parlemen Indonesia namun tidak semuanya, kita masih kaji," tukasnya.
Sementara itu, dalam waktu dekat, Baleg DPR akan melakukan rapat dengan Polri dan Paspampres untuk dimintai masukannya ihwal pengetatan keamanan tersebut. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya