Imbas penutupan jalan sekitar Mako Brimob, SPBU ini sepi pengendara
Merdeka.com - Kerusuhan antara napi teroris dan petugas di Rutan Mako Brimob Kelapa II Depok pecah pada Selasa sore kemarin. Akibat peristiwa itu lima polisi dan satu napi tewas.
Pantauan di lokasi sampai Rabu (9/5) sore, peristiwa itu membuat polisi menutup sepanjang jalan menuju Mako Brimob Kelapa II Depok. Penutupan jalan mengakibatkan aktivitas warga terganggu. Tak hanya itu, perekonomian sekitar menjadi lesu.
Penutupan Jalan dimulai di depan Kampus G Gunardarma, Kelapa II Depok hingga Halte Mako Brimob atau 500 meter. Sepanjang jalan itu pertokoan, pom bensin, perbankan terpaksa setop operasional.
Seperti halnya pertamina SPBU bernomor 3-4-1-6-9-0-8. Sejak buka pukul 05.30 WIB tidak ada satu pun pengunjung yang datang. Itu diakui salah seorang karyawan bernama Angga Pangestu.
"Biasanya sih jam segini ramai. Kira-kira sampai ratusan lah. Tapi karena ditutup gak ada transaksi dari tadi (Sejak pukul 05.30 WIB)," ujar dia.
Angga merasa hari ini kerjaannya lebih santai. "Ya begini saja. Gak ngapa-ngapain soalnya sama pak polisi tadi disuruh tutup," ungkap dia.
Minimarket di sekitar lokasi pun demikian. Suci yang hari ini berjaga mengakui pengujung minimarket hanya membeli rokok atau air.
"Tidak ada warga. Palingan polisi-polisi saja beli air dan rokok," ungkap dia.
Tak hanya perekonomian, mahasiswa Gunadarma juga merasakan dampaknya. Seperti yang diungkapkan Rizky.
"Saya kaget tiba-tiba sudah ditutup. Tadi dari kampus E mau ke kampus G," ujar dia.
Hari ini, dia sedang melaksanakan hari kedua ujian semester. Dia mengaku secara tak langsung penutupan jalani ini mengganggu aktivitasnya.
"Kalau dibilang mengganggu sih mengganggu mas," ujar dia.
Namun, dia tidak berbuat banyak karena menurutnya prosedurnya memang seperti itu. "Mau gimana lagi. Katanya areal sini steril," ujar dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya