Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Imbas debat kusir, Emil diburu wartawan dalam acara pembekalan anti korupsi

Imbas debat kusir, Emil diburu wartawan dalam acara pembekalan anti korupsi Emil Dardak. ©2018 Merdeka.com/Djoko Poerwanto

Merdeka.com - Aroma debat publik yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur masih terasa. Calon Wakil Gubernur (Cawagub) nomor urut satu, Emil E. Dardak diburu wartawan untuk menanyakan persoalan 'debat kusir' di depan publik.

Saat ini banyak berpandangan proses debat publik yang memunculkan adegan ‘debat kusir’ masih cukup menarik dan menyita perhatian masyarakat. Hal ini terjadi karena Cawagub Emil E. Dardak melontarkan pertanyaan dan pembelaan secara bertubi-tubi, setelah Cawagub nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno menyajikan fakta lapangan. Seolah-olah Emil tidak terima daerahnya masih banyak kekurangan.

Temuan yang memunculkan aksi debat kusir tersebut menyangkut kondisi kemiskinan di Kabupaten Trenggalek. Puti membeberkan kalau kondisi Kabupaten Trenggalek mengalami kenaikan kemiskinan. Catatan BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan, tingkat kemiskinan yang ada di Trenggalek naik sebesar 0,17 persen. Kemudian tahun 2017, pengangguran di Trenggalek naik sebesar 37 persen. Dari 9.960, angka pengangguran meningkat menjadi 13 ribuan.

Bahkan Puti juga membeberkan beberapa daerah yang ada di Trenggalek mengalami gizi buruk, kondisi MCK (mandi, cuci, kakus) yang masih belum layak. Fakta itulah yang membuat Emil terlihat melakukan pembelaan, dan mengklaim kalau tingkat kemiskinan sudah membaik.

"Bukan debat kusir, di sinilah ada seni," kata Emil E. Dardak setelah acara Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepalad Daerah se-Jawa Timur di Grahadi Surabaya, Kamis (12/4).

Emil mengatakan, dalam acara debat kemarin esensinya adalah debat bebas. Jadi tidak ada aturan yang baku berapa detik waktu untuk masing-masing acara. Saat satu pihak menyatakan pendapatnya, maka pihak lain menjawab. Kalau ada pertanyaan yang tidak terjawab, tentunya sangat wajar pihak yang melontarkan pertanyaan melontarkan pertanyaan kembali.

Untuk debat kemarin, ungkap Emil, masing-masing pasangan calon (Paslon) memiliki kesempatan untuk menuangkan kerangka berpikir kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui bagaimana keinginan paslon untuk membangun Jawa Timur menjadi lebih baik.

"Tidak ada debat kusir, ini kesempatan peserta debat untuk membangun kerangka berpikir masyarakat," ungkap dia.

Meski terkesan berbenturan, Bupati non aktif ini mengaku kalau hubungan dengan pasangan lain semakin akrab. Ia menegaskan kalau proses kejadian di atas panggung bukan merupakan emosi, tetapi lebih pada permainan intonasi yang merupakan seni perdebatan. Proses perdebatan ini, lanjut dia sebenarnya bukan pertama kali. Bahkan kemungkinan ke depan juga akan terjadi perdebatan yang sama.

"Perdebatan head to head itu kan menarik dan memiliki seni. Namun secara substansial kita sangat puas karena berkesempatan melontarkan pertanyaan dan menjawabnya," aku suami Rumi Bachsin ini.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP