Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Imbas Covid-19, Kunjungan Turis di Bali Hanya 500 Orang Perhari

Imbas Covid-19, Kunjungan Turis di Bali Hanya 500 Orang Perhari Pantai Kuta. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Wabah Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia telah memukul semua lapisan sektor ekonomi. Salah satunya di bidang pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengatakan kondisi pariwisata di Bali saat ini sangat sepi. Ditambah lagi, ketentuan pembatasan kunjungan dari Kementerian Luar Negeri baik yang transit maupun yang datang ke wilayah Indonesia.

"Tentu akhirnya hotel sepi tidak ada tamu, lalu guide-guide kita tidak punya pekerjaan, travel dan seterusnya. Jadi tidak ada tamu, kecuali tamu-tamu yang sudah terlanjur di sini atau beberapa tamu yang sudah memiliki keluarga di sini yang masih tinggal di sini," kata Astawa saat dihubungi, Kamis (2/4).

Jika dihitung, katanya, kira-kira jumlah tamu yang datang ke Bali hanya sekitar 500 orang perhari. Padahal biasanya, wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Bali bisa mencapai 10.500 atau 11 ribu orang perhari dan tingkat akupansi hotel hanya sekitar 10 hingga 20 persen.

"Sekarang tinggal 500 orang, (okupansi hotel) kalau yang di daerah Kuta itu mungkin di bawah 10 persen. Kalau di Canggu masih 20 persen di ITDC (Nusa Dua) masih 20 persen," Imbuhnya.

Jika dibandingkan dengan tragedi saat bom Bali beberapa waktu lalu, katanya, kondisi saat ini jauh lebih menyedihkan.

"Ini yang paling parah dan lebih parah dari bom Bali sepinya. Karena ini kan tidak Bali saja yang terdampak, yang terdampak global seluruh dunia," ujarnya.

"Masih ada tingkat hunian kalau bom Bali itu, sebentar pemulihannya. Tapi saya tidak punya data waktu bom Bali berapa titik terendah tingkat hunian hotel. Tapi menurut teman-teman sekarang lebih sepi dari pada bom Bali," sambung Astawa.

Berharap Kondisi Segera Pulih

Dia berharap kondisi ini segera pulih dalam satu dua bulan ke depan.

"Saya berkeyakinan tiga bulan selesai tidak sampai Mei. Tapi kalau di Bali belum reda kalau di dunia belum reda tidak ada turis juga. Harapan kita dunia cepat selesai seperti di China, China selesai, Bali selesai, harapan kita China yang datang ke Bali dulu," ujarnya.

"Tapi ini tidak permanen, percaya ini akan segera selesai. Saya berkeyakinan ini sifatnya sementara dan mudah-mudahan tidak sampai bulan Mei ini sudah selesai, sudah redah tinggal pemulihannya, harapan saya," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, dia berharap ada perhatian terhadap nasib karyawan yang bekerja di bidang pariwisata diperhatikan dan diberi bantuan.

"Sekarang jaring pengaman sosial bagi karyawan yang terkena dampak. (Pemerintah Pusat) juga ada informasi akan memberikan stimulus kepada mereka. Kita sudah mengirim beberapa data ke pusat untuk bisa memperoleh bantuan. Jadi teman-teman kita yang kurang beruntung biasanya menerima gaji sekarang hanya 50 persen menerima gaji. Inilah harapan kita, mereka bisa dibantu oleh pemerintah," ujarnya.

"Sepinya ini berdampak dengan karyawannya. Karena ini mungkin tidak full dia kerja dibagi shift-shiftan. Tapi selama ini belum mendengar ada yang di PHK karena mereka tahu ini sifatnya tidak permanen mungkin satu saat mereka masih diperlukan lagi," ujar Astawa.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP