Ikut nikah di atas traktor dan andong para pengantin takut jatuh
Merdeka.com - Tiga pasangan pengantin yang melangsungkan pernikahan di atas traktor dan delapan pasangan pengantin di atas andong mengaku deg-degan saat diarak keliling kampung, Sabtu (28/3). Hal itu yang dirasakan oleh pasangan Rivan (27) dan Daniarti (32).
Mereka yang baru pertama kali naik traktor khawatir jatuh karena tidak ada remnya. "Takut, sepanjang jalan tadi deg-degan, apalagi jalannya basah licin, kalau jatuh gimana," kata Daniarti pada wartawan seusai akad nikah di Alas Kradenan, Srimulyo, Piyungan, Bantul, Sabtu (28/3).
Meski demikian mereka berdua gembira karena pernikahan mereka bisa dilangsungkan dengan cara yang unik dan membuat berkesan. "Ini berkesan banget, besok anak cucu saya bakal saya ceritain kisah ini, biar jadi inspirasi," ungkap Rivan.
Sementara itu pasangan tuna netra Rajiono (50) dan Sri Ayem (49) juga mengaku khawatir saat melangsungkan ijab kabul di atas andong. Saat andong masuk ke kebun tempat akad, andong yang dinaiki Rajiono (50) dan Sri Ayem (49) sempat oleng karena kuda tidak kuat menarik andong yang tersendat.
"Tadi sempat goyang-goyang, kenapa nggak tahu, deg-deg aja tadi," ujar Rajiono.
Meski demikian mereka tetap merasa senang. Akhirnya jalinan cinta yang sudah rajut sejak tahun 1986 bisa diresmikan hari ini. "Yang penting nikahlah, sudah lama pengen nikah sama pacar saya ini," tandasnya.
Nikah Bareng Jogja Istimewa ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Bumi dan perayaan logo baru Jogja Istimewa yang pada awal bulan lalu diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya