Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ikut demo, 2 warga Mesir di Surabaya kecam Israel soal Al Aqsa

Ikut demo, 2 warga Mesir di Surabaya kecam Israel soal Al Aqsa 2 Warga Mesir di Surabaya kecam Israel. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Konflik Israel-Palestina yang berujung pada tindak kekerasan dan pembatasan ibadah di Masjid Al Aqsa, Yerusalem, menuai keprihatinan banyak pihak. Termasuk dua warga Mesir yang berada di Surabaya, Jawa Timur.

Dua warga Mesir itu ikut menggelar aksi keprihatinan bersama guru-guru dan pelajar SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Mereka mengutuk keras tindakan tentara Israel di Masjid Al-Aqsa.

Mennatallah Hosam (20), asal Mesir yang diundang SD Muhammadiyah 4 Surabaya bersama rekannya, Firda, untuk mengajar bahasa Arab dan Inggris itu berharap PBB segera bertindak menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

"Bukan hanya saya pribadi. Seluruh warga di dunia, khususnya umat Islam pasti akan marah melihat hal itu," tegas Hosam dalam orasinya menggunakan bahasa Inggris.

Sementara Firda yang menggunakan bahasa Arab juga ikut mengutuk aksi tentara Israel tersebut. Dia berharap, negara-negara Islam di dunia juga ikut membantu menyelesaikan konflik tersebut.

Sebab jika dibiarkan berlarut-larut, kata Firda, dikhawatirkan timbul konflik lebih besar yang melibatkan banyak negara. Apalagi, konflik yang terjadi saat ini, merembet di salah satu dari tiga masjid suci di dunia (Masjidil Haram, Nabawi dan Al Aqsa).

"Saya orang Mesir. Hampir setiap hari saya mendengar penderitaan-penderitaan yang dilakukan Israel dan sekarang sudah di masjid. Ini sangat disayangkan," tegas Firda.

Sementata Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Edi Susanto yang turut berorasi mengatakan, bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian warga muslim di Surabaya atas apa yang terjadi di Palestina.

Dengan aksi ini, diharapkan bisa didengarkan oleh pemerintah Indonesia, sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia. "Pemerintah Indonesia harus cepat-cepat mengambil peran atas penindasan yang terjadi di Palestina," kata Edi.

Dalam undang-undang, lanjut dia, sudah dijelaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. "Maka dari itu, kita butuh sikap dari Pemerintah Indonesia untuk Palestina," tegasnya. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP