Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Iklan RJ Lino soal Pelindo II tak relevan dan banyak blunder'

'Iklan RJ Lino soal Pelindo II tak relevan dan banyak blunder' Dirut Pelindo II RJ Lino. ©Courtesy by Youtube

Merdeka.com - Iklan Pelindo II saat Direkturnya RJ Lino dikritik Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli dinilai tidak tepat. Apalagi dikabarkan iklan tersebut memakan anggaran yang tidak sedikit.

"Iklan media Pelindo II itu tidak relevan. Pemain pelabuhan itu hanya sedikit sehingga tanpa advertorial besar mereka akan datang jika ada proyek pelabuhan yang layak dibangun. Taktik Lino selama ini jika ada berita jelek langsung ditutup dengan iklan media. Data kami iklan di 3 media besar oleh Pelindo II menghabiskan dana lebih dari Rp 5 miliar," papar pengamat pelabuhan Indonesia Port Watch (IPW) Syaiful Hasan di Jakarta, Rabu (16/9).

Syaiful menambahkan beberapa kali Lino pasang iklan termasuk Global bond dan Konsesi. "Terkait global bond bahkan pelindo III sudah duluan dapat pinjaman USD 500 juta tapi tidak jor-joran beriklan. Pembangunan Teluk Lamong pun lancar dan beroperasi tepat waktu. Bayangkan dengan New Priok, yang telat pembangunan bahkan belum beroperasi. Sementara biaya konsesi dan denda kelambatan pasti membebani perusahaan. Kami lihat data audit pembayaran hutang Rp 6 triliun menggunakan dana global bond Rp 20 triliun. Lama-lama Pelindo II terbelit hutang besar dan ini berbahaya," kata Syaiful.

Saat iklan konsesi Lino juga melakukan blunder. Di iklan itu, kata dia, Lino menyebut bahwa konsesi JICT tidak ditender. "Iklan ini kontradiktif dengan penjelasan tim komite pengawas yang diketuai Erry Riyana. Komite mengatakan perpanjangan sudah melalui tender," kata Syaiful.

Soal rel kereta, Syaiful mengungkapkan Lino perlu belajar Pelabuhan lebih banyak. "Konsep multimoda transportasi jamak ditemui di beberapa pelabuhan Internasional termasuk penggunaan kereta api dan tongkang/barges. Lino juga lupa bahwa dwelling time ini ada alur dokumen dan barang. Saat ini importir mau ambil barang harus berjibaku dengan macet. Dengan adanya pilihan moda termasuk kereta api, maka kelancaran arus barang dapat ditingkatkan," tegas Syaiful.

Dia pun heran kenapa Lino malah membeton akses rel tersebut dan menjadikannya lapak CY. "Rel dibeton tapi dikondisikan bisa dibuka sewaktu-waktu. Ini konsep yang enggak jelas. Harusnya Lino berpikir progresif dengan kritikan," pungkas Syaiful.

Seperti diketahui, Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino menegaskan pemasangan iklan sebuah proyek merupakan strategi yang sering dipakai guna menjaring investor. Ini diungkapnya demi merespon kritik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli terkait pemasangan iklan proyek Pelabuhan New Priok secara besar-besaran di dua media nasional.

"Gini ya perusahaan itu ada biaya marketingnya, kan baru ada peristiwa besar yang datang ke kita, investor perlu tahu, iklan itu kan bukan hari ini, saya sudah omongi lebih dari 10 kali iklan seperti itu," ujarnya saat ditemui di DPR-RI, Jakarta, Rabu (16/9).

Menurutnya, megaproyek itu sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Makanya, dia merasa perlu untuk menginformasikan kepada investor lewat iklan.

"New Tanjung Priok itu proyek yang sangat istimewa, investor harus tahu. Jadi menurut saya orang kalau datang ke Indonesia harus tahu infrastruktur di Indonesia kayak apa, negeri ini tidak ada infrastruktur segede itu," jelasnya

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP