IKAPI minta penerbit tarik buku berisi terorisme & pornografi
Merdeka.com - Banyaknya buku berisi konten pornografi hingga terorisme bikin masyarakat resah. Bahkan beberapa buku tersebut juga menyasar kalangan pelajar. Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) meminta para penerbit segera menarik buku tidak laik edar itu.
"Selama ini memang kalau buku-buku yang sensitif sampai ke masyarakat, IKAPI ditanyakan. Bisanya IKAPI memang melihat dulu apakah ini (penerbit) anggota atau bukan. Tentu kami tidak tanggung jawab kalau yang bukan anggota menyebarkan buku atau konten yang tidak sesuai nilai yang berlaku di masyarakat. sikap IKAPI sendiri, kalau menurut hemat saya, sekarang ini bukan zamannya lagi di bredel buku, tapi kalau sekarang memang sepertinya justru dari penerbitnya sendiri yang begitu tahu ada masalah mereka akan menarik diri dan memberi klarifikasi ke media. Jadi tanpa harus kami kejar atau hukum, mereka sendiri sudah merasa dan mereka tidak mau konflik dengan masyarakat biasanya menarik buku-bukunya," kata Ketua Umum Pengurus Pusat IKAPI Rosidayati Rozalina usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (2/3).
Menurut Rosidayati Rozalina, pihaknya akan mengadakan kunjungan kerja ke beberapa wilayah untuk membahas kode etik para penerbit buku. Kunjungan kerja tersebut untuk mendengarkan keluhan anggota IKAPI soal penerbitan buku yang beredar di kalangan masyarakat.
"Kita hanya punya standar teknis mungkin ya, tapi kalau untuk konten (pornografi dan terorisme) rasanya belum ada. Sekarang ini kebetulan kami sedang mengadakan kunjungan kerja nasional khusus dan sedang membahas kode etik untuk para penerbit yang gabung di IKAPI. Salah satunya kita bisa memanggil anggota penerbit IKAPI kalau memang ada dirasakan hal-hal yang bisa meresahkan masyarakat atau tidak sesuai dengan sikap yang dianut IKAPI," kata dia.
Lebih jauh, dia mengatakan jumlah judul buku yang diterbitkan IKAPI sekitar 30.000 buku per tahun. Buku yang tersebar sudah terjual diberbagai toko dan Gramedia.
"Kalau judul buku terbit, menurut data industri yang IKAPI kumpulkan itu sekitar 30.000 setahun, tahun lalu yah. 30.000 judul buku per tahun. Kemudian, kalau kemarin setelah saya ketemu gramedia, ya mungkin separuh dari situ terserap. Artinya separuhnya yang mungkin kembali ke penerbit," tukas dia (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya