Idul Adha, pemulung ini ganti profesi jadi penjual arang
Merdeka.com - Hanya Lebaran Idul Adha yang bisa menghentikan kegiatan Yasmin (49 tahun) untuk berhenti sebagai pemulung. Setiap jelang Idul Adha, dia selalu sibuk dengan kegiatan dadakannya untuk menyediakan bahan dagangannya menjual kebutuhan bakar daging kurban. Seperti arang, tusuk sate, kipas dari bambu, hingga pemanggang.
Sejak pukul 07.00 WIB, Selasa (15/10), Yasmin sudah menata jualannya di pinggir Jalan Tambak, Matraman, Jakarta Timur. Pria yang mengaku tinggal di dekat Stasiun Manggarai itu menyiapkan bahan dagangannya sehari sebelumnya.
"Beli pemanggang, tusuk, dan kipas di Kawasan Jatinegara. Kemudian kalau arang di dekat Stasiun Manggarai ada yang jualan dalam bentuk karungan. Jadi malam lebaran, bungkusin arang ke dalam kantong plastik kecil dulu," ujarnya saat ditemui merdeka.com.
Yasmin menjelaskan dengan berjualan sejak pagi, dia berharap orang-orang yang usai Salat Id yang melalui Jalan Tambak bisa langsung membeli kebutuhan untuk membuat sate yang biasa dilakukan warga pada saat Idul Adha. Lebih lanjut dia menjelaskan, tahun lalu, dalam dua hari dia bisa meraup untung hingga Rp 1,2 juta.
Adapun harga arang yang dijual Yasmin untuk satu kantong plastik seharga lima ribu rupiah. Pemanggang dijual dengan harga Rp 20 ribu. Tusuk sate sebanyak 40 biji seharga lima ribu. Sedangkan kipas dari bambu dihargai lima ribu rupiah. Meski begitu, menjual kebutuhan untuk bakar daging itu Yasmin tak sendirian. Sepanjang Jalan Tambak ada sekitar 30 penjaja dagangan serupa. Mulai dari ujung Jalan Tambak yang dari arah Jalan Matraman hingga Stasiun Manggarai.
Tahun ini, Yasmin mengaku pendapatannya sepi. Menurut Yasmin, selain sepinya pembeli juga menurutnya dia telat datang dan mendapatkan posisi dagang yang paling ujung atau dekat tikungan yang menuju Stasiun Manggarai.
"Tahun ini terasa sepi, sampai siang ini belum hasil jualannya belum mencapai Rp 300 ribu," ujar Yasmin sambil menunjukkan gepokan uang puluhan ribu dari dalam kantong celananya.
Sedang untuk posisi jualannya saat ini, Yasmin mencoba menganalisa, jika berada paling ujung dia memprediksi hasil jualannya bisa sampai setengah juta kalau sudah siang. Namun, dia mengaku risiko jualan paling ujung di Jalan Tambak resikonya panas, karena tidak ada pohon sama sekali untuk berteduh.
"Lihat tuh ada mobil yang berhenti untuk beli. Kalau ada orang yang mau beli pasti akan beli di ujung," kata Yasmin sambil menunjuk ke ujung jalan sebuah mobil Honda Jazz yang berhenti pada pedagang arang yang lain.
Meski begitu, Yasmin tak mengeluhkan hal itu, karena menurutnya rezeki tiap orang berbeda-beda. Toh menurut Yasmin, barang dagangannya bisa dikembalikan kalau tidak laku, kecuali pemanggang yang dia beli sendiri atau tidak bisa dikembalikan.
"Jualannya hanya dua hari. Dari pagi sampai malem, kira-kira abis Isya baru pulang. Sedangkan barang dagangannya bisa dikembalikan, kecuali pemanggang, itu modal sendiri. Jadi santai aja kalau belum laku," ujar Yasmin. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya