Idrus Marham soal Dugaan Keterlibatan Sofyan Basir: Itu Urusan Penyidik
Merdeka.com - Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan suap PLTU Riau-1 kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Termasuk soal dugaan keterlibatan Direktur Utama PLN Sofyan Basir.
"Itu urusan penyidik, saya enggak mengerti," ujar Idrus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/11).
Nama Sofyan Basir kembali disebut dalam sidang pemeriksaan terdakwa Johanes B Kotjo. Johanes mengatakan dirinya pernah beberapa kali bertemu dengan Sofyan Basir terkait kasus dengan nilai proyek USD 900 juta.
Johanes mengaku pertemuan tersebut difasilitasi oleh mantan Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Eni dan juga Sofyan disebut menerima uang dari Johanes agar perusahaannya, Blackgold Natural Resources Limited menggarap proyek PLTU Riau-1.
Terkait dengan fakta-fakta yang muncul di sidang soal dugaan keterlibatan Sofyan Basir, Idrus enggan berkomentar banyak. Menurut dia, Johanes dan Eni lebih pantas untuk membeberkannya.
"Jangan saya. Pak Kotjo kan sudah buat pernyataan-pernyataan kan. Itu lebih bagus, dari pada saya yang buat pernyataan terima uang atau tidak. Tanya Pak Kotjo," kata Idrus.
Tak hanya soal keterlibatan Sofyan Basir, Idrus juga menyarankan kepada awak media untuk bertanya kepada Johanes Kotjo dan Eni soal keterlibatannya dalam kasus ini.
"Artinya biar orang yang punya kewenangan untuk itu akan lebih bagus (yang mengungkap). Terkait (keterlibatan) saya, tanya Bu eni, tanya Pak Kotjo. Apakah ada fakta atau tidak, itu penting biar seluruh proses-proses ini berjalan dengan baik, dan tentu berdasarkan fakta-fakta kebenaran KPK semakin kuat," kata Idrus.
Reporter: Fachrur Rozie
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya