Idrus dan Setya bantah lihat SMS minta uang dari Akil
Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar , Idrus Marham , serta Bendahara Umum Partai Golkar , Setya Novanto , mengakui pernah membahas soal pesan singkat dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi , Akil Mochtar , ihwal sengketa pemilihan gubernur Jawa Timur. Keduanya kompak saling menutupi tidak pernah membahas soal permintaan uang Rp 10 miliar dari Akil supaya menolak gugatan diajukan pasangan Khofifah Indar Parawansa - Herman Suryadi Sumawiredja terhadap duet Soekarwo - Syaifullah Yusuf.
Idrus dan Setya mengakui Ketua Tim Sukses Soekarwo - Saifullah Yusuf sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Timur, Zainudin Amali, pernah menyampaikan ihwal pesan singkat Akil. Menurut mereka, saat itu Zainudin menyatakan posisi Soekarwo dan Saifullah Yusuf dalam sengketa pilgub Jatim sedang rawan. Pertemuan itu dilakukan di ruang fraksi Partai Golkar di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat.
"Saat duduk di ruangan ketua fraksi dan siap untuk makan siang, saudara Amali datang. Begitu datang saya ucapkan, 'Selamat ketua sudah menang.' Amali mengatakan,'Iya sudah, menang tapi saya dapat SMS dari Pak Akil ada yang gawat.' Saya tanya apa yang gawat? Karena kemenangan lebih dari 1,5 juta. Jadi tidak ada yang gawat," kata Idrus saat bersaksi dalam sidang Akil, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (24/4).
Namun, Idrus berkelit supaya Amali tidak perlu risau dan gelisah terkait pesan singkat Akil. Saat itu, Setya mendengar pembicaraan keduanya dan langsung menimpali.
"Saya bilang, 'Iya bener kata pak sekjen.'," ujar Setya.
Idrus dan Setya juga kompak menampik pernah melihat pesan singkat dikirimkan Akil kepada Amali.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya