Idris menduga kedua anaknya dibunuh tetangga rumah
Merdeka.com - Penyebab kematian dua saudara Amelia Resta Ananda (11) dan Alfin Darif Akbar (8), masih belum menemui titik terang. Pihak keluarga menduga seorang tetangga yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.
Orang tua korban, Idris (48) mengungkapkan, kecurigaan tersebut lantaran istrinya pernah bertengkar dan beradu fisik dengan terduga pelaku. Kasus itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan.
"Kami menduga tetangga itu dendam karena pernah kami polisikan, dia menampar muka istri saya. Karena itulah, kami menduga dia pembunuh kedua anak saya," ungkap Idris saat dihubungi merdeka.com, Kamis (15/9).
Sejak saat itu, kata Idris, hubungan dengan tetangganya itu mulai retak. Sejak saat itu juga mereka tak pernah lagi saling tegur meski rumahnya berdampingan.
Anehnya, sambung dia, saat kedua korban ditemukan tewas tenggelam, tetangganya itu justru datang ke rumah untuk takziah. Bahkan, tetangganya tersebut menangis histeris di hadapan keluarga korban, seperti menyesali nasib yang dialami dua bocah itu.
"Dia nangis-nangis, melolong-lolong, kayak anaknya saja. Padahal selama ini kami tidak teguran, kok malah datang dan histeris begitu," ujarnya.
Kecurigaan lain, kata Idris, seorang buruh bangunan yang bekerja di samping rumahnya sejak kejadian menghilang. Padahal, borongannya belum selesai dan upahnya juga belum sempat diambil. Diduga, buruh bangunan itu merupakan saksi kunci karena melihat pembunuhan itu terjadi.
"Kecurigaan kami lengkap, buruh bangunan itu kabur, gajinya tidak diambil. Kemungkinan dia ditekan (intimidasi) oleh tetangga kami itu biar tidak cerita," kata dia.
Dia menambahkan, semua kecurigaannya telah disampaikan kepada penyidik Polres Ogan Komering Ilir (OKI) saat dilakukan pemeriksaan. Namun, terduga pelaku hingga kini tak juga dimintai keterangan.
"Waktu itu ada sembilan orang yang diperiksa, tapi tetangga yang saya duga pelakunya justru tak pernah sama sekali. Ada apa ini, kok bisa begitu," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap setelah orang tua korban, Idris bersama Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi datang ke Polda Sumsel untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut, Rabu (14/9). Sebab sejak dilaporkan ke Polres OKI pada 17 Mei 2016 lalu, kasusnya tak kunjung tuntas atau jalan di tempat.
Amelia Resta Ananda (11) dan Alfin Darif Akbar (8) ditemukan tewas di kolam galian di kampungnya di Desa Surya Adi, Blok D, Pasar Gajah, Kecamatan Mesuji, OKI, 7 Mei 2016 lalu. Saat diautopsi, ditemukan adanya bekas kekerasan di tubuh kedua anaknya, termasuk di kemaluan anak perempuannya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya