IDI Ungkap Urgensi Surveilans Kesehatan
Merdeka.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) berharap surveilans epidemiologi penyakit tetap berjalan. Meskipun nantinya status pandemi Covid-19 dinyatakan usai oleh pemerintah.
“Prinsipnya adalah walaupun Covid-19 sekarang, kita tidak perlu takut, tapi yang ingin saya tegaskan, kita harus tetap ada kewaspadaan dan personal awareness (kepedulian pada tiap individu),” kata Ketua Umum PB IDI Moh. Adib Khumaidi, Kamis (9/3).
Adib menyebut, surveilans epidemiologi masih sangat penting untuk memantau perkembangan kasus tiap penyakit sesuai perkembangan di lapangan.
Kegiatan surveilans epidemiologi harus dilakukan dari level fasilitas kesehatan yang paling bawah, yaitu puskesmas. Sebab, virus merupakan makhluk hidup yang akan terus bermutasi. Hal tersebut juga terjadi pada virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Menurut Adib, upaya surveilans bisa menjadi cara untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Serta menjadi komitmen bersama, sehingga bisa mencegah efek berat dari suatu penyakit.
“Itu yang harus dipahami dan paling penting lagi sebetulnya deteksi awal, kemudian penemuan kasus itu harus tetap dijaga,” katanya.
Merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 45 Tahun 2014, surveilans kesehatan merupakan kegiatan pengamatan sistematis dan terus menerus terhadap data dan informasi tentang kejadian penyakit atau masalah kesehatan untuk memperoleh dan memberikan informasi guna mengarahkan tindakan pengendalian dan penanggulangan secara efektif dan efisien.
Dalam kesempatan itu, Adib juga mengingatkan masyarakat harus tetap memeriksakan diri ke dokter secepat mungkin, jika sudah merasakan salah satu gejala Covid-19. Ia mengingatkan agar vaksinasi tetap dilakukan supaya tidak terjadi mutasi dalam satu komunitas.
Kemudian, upaya lain yang perlu dijadikan kepedulian bersama adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Misalnya, tetap memakai masker jika merasakan keluhan sakit, ketika harus bekerja di luar ruangan.
Adib mengatakan pemerintah mungkin memang tidak akan memaksa masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Namun, pemerintah termasuk PB IDI akan terus memberikan imbauan supaya masyarakat terus menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitarnya.
“Jadi, kalau kita kasih (rekomendasi untuk pengadaan) anggaran khusus surveilans epidemiologi saja, itu sangat penting bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” kata dia, dilansir dari Antara.Sekretaris Jenderal PB IDI Ulul Albab menambahkan pihaknya juga mengimbau semua tenaga kesehatan, untuk tidak berhenti memberikan edukasi pada masyarakat sesuai dengan kondisi terkini dari pandemi Covid-19.
Menurutnya, meski pandemi nantinya dinyatakan usai, kepedulian terkait hidup sehat harus tetap diberlakukan agar tidak ada lagi wabah lain yang muncul akibat sikap abai dan lalai manusia, dalam menjaga kesehatan diri maupun lingkungan.
“Kita dari organisasi bisa mengimbau seluruh tenaga kesehatan dan media untuk memberikan edukasi dari kondisi yang sedang terjadi,” kata Ulul.
(mdk/tin)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya