Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

IDI diminta tak pentingkan ego sektoral saat hadapi pekerja medis langgar kode etik

IDI diminta tak pentingkan ego sektoral saat hadapi pekerja medis langgar kode etik Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Irma Suryani, meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan pembenahan di internal organisasinya. Irma melihat, selama ini IDI mementingkan ego sektoral sehingga selalu memberikan pembelaan terhadap pekerja medis yang melakukan pelanggaran kode etik.

Padahal sejatinya, IDI juga memberikan perlindungan terhadap pasien yang menjalani perawatan medis.

"Seharusnya IDI tidak hanya memberikan perlindungan kepada anggotanya tapi pada masyarakat juga," kata Irma dalam talkshow bertajuk 'Hospital tanpa Hospitality?' di Cikini, Sabtu (28/1).

Pembelaan yang dilakukan IDI secara terus menerus pada pekerja medis mengakibatkan kasus pelecehan seksual terhadap pasien sulit terungkap.

Irma menceritakan, pada beberapa waktu lalu dirinya menangani kasus pelecehan seksual oleh dokter senior terhadap juniornya. Dalam kasus ini, IDI memberikan pembelaan terhadap dokter senior sehingga Irma mengalami kesulitan untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Dokter junior yang jadi korban pelecehan seksual sahabat saya. Itu luar biasa pembelaan institusi," ucap Irma.

Tak mau kalah dengan IDI, Irma getol melakukan advokasi dengan melibatkan beberapa anggota IDI yang masih menjunjung tinggi etika profesi. Akhirnya kasus itu pun terselesaikan.

Irma berharap, IDI juga tidak memberikan pembelaan pada perawat laki-laki yang melakukan pelecehan seksual terhadap pasien perempuan di RS Nasional Hospital Surabaya.

"Ini (kasus pelecehan seksual di RS Nasional Hospital Surabaya) harus kita selesaikan. Pelaku dipidanakan, RS dikasih sanksi," tegasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP