Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Idham Azis Tegaskan Radikalisme Dilakukan Oknum Bukan Representasi Ajaran Agama

Idham Azis Tegaskan Radikalisme Dilakukan Oknum Bukan Representasi Ajaran Agama Komjen Idham Azis Jalani Uji Kelayakan dan Kepatuhan di DPR. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Calon Kapolri Komjen Idham Azis menegaskan bahwa radikalisme bukanlah representasi dari ajaran agama tertentu. Ia mengatakan, radikalisme lebih merupakan ulah dari segelintir oknum.

"Saya ingin mengulas bahwa radikalisme itu tidak bisa dibuktikan dengan Islam. Radikalisme itu oknum atau mungkin kelompok," tegas Idham yang diikuti dengan riuh tepuk tangan anggota Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (30/10).

Kata Idham, pengasosiasian atribut agama tertentu dengan radikalisme merupakan tindakan yang kurang tepat. Hal itu sama sekali bukan representasi dari agama tertentu. Melainkan tindakan dari oknum.

"Oleh karenanya, penegakan hukum juga harus kepada oknum bukan simbol agama," paparnya.

Visi Misi Kapolri Mengacu ke Visi Misi Presiden

Dalam fit proper test di Komisi III DPR itu juga, Idham menyatakan bahwa visi-misi Kapolri mengacu pada Presiden dan Wakil Presiden. Oleh karena itu, sebagai Kapolri tidak memiliki visi-misi sendiri.

"Berdasarkan arah kebijakan Pemerintah yang menjadi acuan bagi arah kebijakan Polri, memperhatikan kebijakan presiden dan wapres saat pelantikan, maka dalam kesempatan ini tidak ada visi dan misi yang saya ajukan," kata Idham.

Idham juga menyampaikan agenda nasional yang menjadi fokus Polri pada 2020. "Suksesnya pengamanan 270 pilkada serentak pada 9 provinsi, 224 kabupaten, 37 kota. PON ke 20 di Papua, masalah intoleransi, radikalisme, unjuk rasa anarkis, konflik sosial, karhutla serta kejahatan yang menjadi atensi publik dan merugikan kekayaan negara seperti korupsi, cyber, narkoba, illegal fishing. Illegal mining dan kejahatan jalanan," jelasnya.

Masalah potensi gangguan pembangunan infrastruktur, kata Idham, juga menjadi fokus Polri ke depan. Selain itu, Idham juga fokus pada permasalahan internal Polri.

"Beberapa permasalahan internal polri yg menjadi perhatian dan ditata dan ditingkatkan agar semakin baik, antara lain peningkatan sdm, kesejahteraannya, pembenahan kultur pengelolaan sinergi profesional dan pengawasan di lingkungan polri," ujarnya.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP