Ide ganti Jalan Kramat Raya jadi Jalan Sumpah Pemuda yang terhenti
Merdeka.com - Hari ini Bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Yang dimaksud dengan Sumpah Pemuda adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Istilah Sumpah Pemuda sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.
Kongres pemuda kedua tersebut dilakukan di bekas rumah Sie Kong Liong yang pernah disewa dan dijadikan asrama oleh pelajar sekolah dokter pribumi STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen). Rumah yang kini menjadi Museum Sumpah Pemuda itu tempat dasar persatuan Indonesia didiskusikan, dirumuskan, untuk kemudian diikrarkan.
Tak hanya menjadi tempat diskusi politik namun Gedung tersebut juga menjadi tempat lahirnya karya-karya sastra gubahan Muhammad Yamin dan Aboe Hanifah.
Gedung Sumpah Pemuda dulunya dikenal dengan nama Gedung Kramat Raya 106 dan berubah nama menjadi Gedung Sumpah Pemuda. Pada 20 Mei 1973 Mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan gedung 'Indonesische Clubgebow' (IC) sebagai museum.
Sekitar satu tahun kemudian, Presiden Soeharto meresmikan museum ini sebagai Museum Sumpah Pemuda pada 30 Mei 1974. Kini, gedung bersejarah ini dikelola oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Di era Ali Sadikin memimpin Ibu Kota, Jalan Kramat Raya pernah diusulkan untuk diganti menjadi Jalan Sumpah Pemuda. Hal ini karena jalan tersebut dijadikan salah satu tonggak penting sejarah bangsa Indonesia.
Usulan itu datang dari salah satu tokoh yang menghadiri kongres pemuda kedua, Sunario. Sunario mendesak Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin agar nama Jalan Kramat Raya diganti menjadi jalan Sumpah Pemuda.
Namun perubahan nama Jalan Kramat menjadi Jalan Sumpah Pemuda belum bisa direalisasikan karena belum ada wacana kembali tentang hal tersebut.
"Iya waktu itu pernah ada wacana seperti itu tapi cuma wacana saja gak tahu kelanjutannya," ucap Hary ketika ditemui merdeka.com di Museum Sumpah Pemuda Jakarta, Selasa(27/10) kemarin.
Harry menjelaskan sebelum ada wacana tentang perubahan nama Jalan Kramat Raya menjadi Jalan Sumpah Pemuda pihak museum juga ingin sepanjang Jalan Kramat menjadi Museum Sumpah Pemuda.
"Pihak museum pernah ada wacana soalnya Jalan Kramat 3 sampai lampu merah sana akan dijadikan Museum Sumpah Pemuda, itu dari tokoh sumpah pemuda yang mewacanakan tapi belum bisa direalisasikan," tambahnya.
Menurutnya pihak museum juga belum membicarakan kembali tentang rencana pergantian jalan Kramat menjadi jalan Sumpah Pemuda."Dari pihak museum juga kayaknya belum ada omongan lagi tapi semoga setelah 87 tahun hari Sumpah Pemuda akan terealisasikan," ungkapnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya