Idap kanker ginjal, bayi Quin tak punya biaya operasi ke Singapura
Merdeka.com - Tak lagi memiliki biaya, pasangan suami istri Adrian dan Rita Sahara, warga Perumnas Jalan Pengadilan, KM 9, Palembang, mengharapkan bantuan pemerintah dan dermawan demi kesembuhan penyakit nefroblastoma atau kanker ginjal yang diderita anaknya, Quinsyh Nur Faiqa (2). Bayi yang kerap disapa Quin itu membutuhkan ratusan juta untuk biaya operasi di Singapura.
Rita, ibu Quin, mengaku tetap berusaha meski dokter memvonis penyakit anaknya tak bisa lagi disembuhkan kecuali menjalani operasi di Rumah Sakit Nuh Singapura. Sebab, RS di Palembang dan Jakarta menyatakan tak sanggup lagi karena berisiko meninggal dunia di meja operasi.
"Dokter bilang cuma di Singapura baru bisa operasinya, rumah sakit di Palembang sama Jakarta tak sanggup," ungkap Rita, Rabu (13/4).
Namun untuk operasi tersebut, pihak keluarga tak lagi memiliki biaya. Diperkirakan, satu kali operasi membutuhkan biaya Rp 80 juta belum termasuk biaya perawatan lain.
Beberapa kali dirawat di RS Palembang dan Jakarta seperti kemoterapy, orang tua Quin sudah menjual seluruh harta dan tanah miliknya. Sedangkan ayah Quin, Adrian, hanya berprofesi sebagai karyawan di salah satu dealer di Palembang dengan penghasilan pas-pasan.
"Tidak tahu lagi berapa duit yang habis. Kami jual harta dan tanah untuk kemo di Palembang sama Jakarta, belum sembuh juga," ujarnya.
Rita berharap, pemerintah dan dermawan dapat membantu untuk operasi anak keduanya itu di Singapura. Dia ingin anaknya sembuh dan ceria kembali seperti anak-anak yang lain.
"Kasihan, masih kecil tapi mengidap penyakit begitu. Tapi mau apalagi, ini ujian. Kami terus mencoba agar dia sembuh. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya," harapnya.
Rita menjelaskan, penyakit yang diderita Quin diketahui sejak Januari 2016 lalu. Saat itu, perut Quin semakin hari semakin membesar. Curiga dengan kondisi itu, keluarga konsultasi dengan dokter anak. Dokter menyatakan hanya ada benjolan di sebelah kanan perut Quin dan tidak berbahaya.
Tak puas dengan diagnosa itu, Rita kembali membawa anaknya ke dokter lain. Pihak keluarga kaget bukan kepalang setelah mengetahui Quin menderita kanker ginjal.
"Selama ini dilakukan kemoterapi karena rumah sakit tak mampu lagi. Kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah dan dermawan," tutup Rita.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya