Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Idap hydrocephalus, Shella menanti bantuan untuk berobat

Idap hydrocephalus, Shella menanti bantuan untuk berobat Shella bocah penderita hydrocephalus. ©2017 handout/Relawan Gerak Cepat

Merdeka.com - Shella (12), anak dari pasangan Agus dan Acah Susilawati ini menanti bantuan dari para donatur. Bocah yang tinggal di Kampung Pule, Rt 001/004, Desa Karang Setia, Kecamatan Karang Bahagia, Bekasi, Jawa Barat ini menderita penyakit hydrocephalus, atau pembesaran otak.

Kondisi Shella kini sangat memprihatinkan, sejak divonis menderita hydrocephalus oleh dokter, bocah ini harus menjalani operasi sedot cairan pada otak mulai 7 tahun yang lalu, sejak saat itu kedua orangtuanya tidak pernah lagi membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan karena kehabisan biaya.

"Ayah Shella hanya bekerja sebagai sopir angkot cadangan dengan penghasilan Rp 25-35 ribu per hari, hanya cukup untuk makan kami bertiga saja, belum lagi kami harus menabung untuk membayar uang sewa rumah yang setiap bulannya sebesar Rp 700 ribu, lalu bagaimana kami harus membiayai anak kami berobat," keluh Acah, sembari meneteskan air mata saat ditemui 'Relawan Gerak Cepat', Selasa (3/1).

Melihat kondisinya yang membutuhkan pengobatan, 'Relawan Gerak Cepat' berharap agar masyarakat ikut menyumbangkan sebagian rezekinya untuk membantu Shella agar bisa menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan demikian, sakit yang dialaminya bisa cepat disembuhkan.

Bagi para donatur yang ingin menyumbangkan dana bisa membuka situs berikut https://ktbs.in/m6oi7.

"Atas kebaikan hati para sahabat donatur yang budiman, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga Allah membalas kebaikan sahabat donatur dengan balasan yang berlipat ganda," demikian rilis 'Relawan Gerak Cepat' yang diterima merdeka.com.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP