Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Idap epilepsi, Eko putus asa pilih bunuh diri

Idap epilepsi, Eko putus asa pilih bunuh diri Ilustrasi Bunuh Diri. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Mahasiswa Universitas Negeri (UNM) Malang, Eko Setyo Budi (22) bunuh diri karena putus asa mengidap depresi yang tidak kunjung sembuh. Hasil identitifikasi, polisi memastikan tidak ada bekas penganiayaan pada tubuh korban.

"Tidak ada bekas penganiayaan pada tubuh korban. Murni kematiannya karena bunuh diri," tegas Kapolsek Pakis AKP Heri Purwanto, Jumat (27/2).

Eko tinggal di Perumahan Sawojajar 2 Jalan Kapimenda Nomor 21 IV Gang 11 RT 7 RW 17 Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Dia tinggal bersama adiknya, Dwinta Rike Desiantari (Rere) yang masih duduk di Kelas XI SMA. Sementara orang tua mereka bekerja di PT Newmont di Sumbawa.

Rere mengatakan, terakhir ketemu Eko saat pamit berangkat ke sekolah. Saat itu kakaknya mengaku akan kuliah siang hari. Seperti biasa, Rere sekolah naik angkot dan pulang sore hari.

Eko yang kuliah di UNM Jurusan Pendidikan Teknik Mesin angkatan 2013 itu ditemukan oleh adiknya gantung diri pada Rabu (25/2) pukul 18.30 WIB. Rere saat itu baru masuk rumah dan histeris karena melihat tubuh kakaknya dalam posisi menggantung di dapur.

Eko gantung diri menggunakan kain stagen warna hijau milik ibunya. Kain itu dibelah menjadi dua yang kemudian dikaitkan dengan lehernya. Dari posisi lokasi, Eko diduga meloncat dari tangga.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP