ICW nilai MA butuh regenerasi kepemimpinan
Merdeka.com - Banyaknya hakim, pegawai Mahkamah Agung (MA), maupun penegak peradilan yang terjerat kasus hukum seperti korupsi maupun pelanggaran etik lainnya dinilai mencoreng wajah aparat penegak hukum di Tanah Air. Tak pelak, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai perlu adanya regenerasi kepemimpinan di tubuh lembaga peradilan seperti MA.
"Regenerasi pimpinan Mahkamah Agung sangat diperlukan untuk mempercepat proses reformasi di salah satu lembaga peradilan tersebut," kata anggota ICW, Lalola Easter saat berada di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (13/2).
"Sebagaimana kita ketahui, sepanjang lima tahun belakang, MA masih berhadapan dengan banyak persoalan. Ide reformasi kelembagaan di lembaga tersebut terkesan berjalan di tempat," lanjutnya.
Lalola menambahkan, MA tidak hanya butuh figur seorang pemimpin yang memiliki integritas. Tetapi juga memiliki visi misi terkait reformasi di tubuh lembaga peradilan.
"Tentu dibutuhkan pimpinan Mahkamah Agung yang tidak hanya memiliki integritas dan kapasitas, melainkan juga yang memiliki visi akan reformasi peradilan serta ide-ide segar sebagai solusi atas permasalahan-permasalahan tersebut," kata dia.
Lebih lanjut, Lalola menuturkan, MA juga masih memiliki 'pekerjaan rumah' dalam memastikan pemenuhan akses masyarakat terhadap keadilan. Seperti akses terhadap putusan hakim bagi para pencari keadilan.
"Hal ini tentu menjadi tantangan yang harus diselesaikan oleh ketua MA terpilih nanti. Karenanya, pemilihan ketua MA nanti menjadi langkah awal yang menentukan apakah agenda pembenahan peradilan akan berjalan sukses atau tidak di kepemimpinan ketua MA selanjutnya," pungkasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya