Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ICW: Kunjungan Sukamiskin bentuk kolaborasi koruptor & pansus angket

ICW: Kunjungan Sukamiskin bentuk kolaborasi koruptor & pansus angket Pansus Hak Angket KPK datangi Lapas Sukamiskin. ©2017 Merdeka.com/syifa

Merdeka.com - Pansus hak angket KPK melakukan kunjungan ke lembaga pemasyarakatan Sukamiskin Bandung tempat para narapidana korupsi dihukum. Pansus mengaku ingin mendengar kesaksian mereka selama menjalani proses pemeriksaan oleh KPK.

Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menilai langkah pansus hak angket KPK mewancarai terpidana korupsi tersebut patut diduga sebagai skenario menciptakan kampanye negatif (black campaign) kepada KPK.

"Sudah dapat ditebak, sebaik apapun kinerja KPK, jika narasumbernya adalah koruptor pasti penilaiannya jelek kepada KPK. Mewawancari koruptor untuk menilai KPK adalah sebuah pemufakatan jahat untuk mendeskreditkan KPK," katanya, Kamis (6/7).

Dia mengatakan, secara hukum, seluruh terpidana korupsi yang berkekuatan hukum tetap sudah terbukti melakukan kejahatan korupsi. Pada saat yang sama, vonis bersalah tersebut membuktikan kinerja KPK sudah benar.

"Jika saja proses hukum yang dilakukan KPK keliru atau menyimpang, tentu putusannya akan bebas atau lepas. Apalagi sekarang ada tahapan pra peradilan untuk menilai keabsahan proses hukum yang dilakukan oleh penegak hukum termasuk di dalamnya KPK," katanya.

Menurutnya, jika setiap tahapan proses hukum yang dilakukan oleh KPK sudah diuji oleh peradilan akan dinilai oleh pansus dan koruptor, maka sudah ditebak kunjungan pansus akan bermuatan politis.

"Sukamiskin dan Pondok Bambu akan jadi panggung sandiwara pansus untuk mencari cari kesalahan KPK yang dibumbui cerita koruptor. Ini jelas adalah kolaborasi koruptor dan pansus hak angket untuk melemahkan bahkan membubarkan KPK."

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP