Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ibu kandung Aini tahu anaknya disiksa dari dokter

Ibu kandung Aini tahu anaknya disiksa dari dokter Ilustrasi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Agusdiana Ekawati (28), ibu kandung dari Aini Junistisia (4), balita yang disiksa oleh ibu tirinya di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan kaget setelah menerima telepon pada hari Selasa kemarin (27/11) dari pihak dokter RS Fatmawati. Saat itu dokter mengubungi dirinya lantaran anaknya mempunyai kejanggalan saat dirawat.

"Pihak rumah sakit telepon saya tanggal 27 November, mereka bilang itu anak saya sakitnya janggal. Siangnya saya diperiksa polisi di RS Fatmawati," kata Agusdiana saat dihubungi wartawan, Kamis (29/11).

Agusdiana menceritakan, usai mendapat telepon tersebut, dia langsung mendatangi Rumah Sakit Fatmawati untuk menemui buah hatinya, Aini. Pada saat itu juga dia kaget, Agusdiana langsung diperiksa oleh Unit PPA Polres Jakarta Selatan seputar kejanggalan sakit yang diderita anaknya.

Setelah dimintai keterangan, pihak rumah sakit mengatakan ada kejanggalan pada Aini akibat penganiayaan. Langsung, siang itu dirinya membuat surat pengaduan ke Polres Jakarta Selatan.

"Siang diperiksa Polisi bikin surat pengaduan," ujar Agusdiana.

Berdasarkan surat pengaduan itu, akhirnya Agusdiana dipanggil kembali oleh penyidik Unit PPA Polres Jakarta Selatan untuk melengkapi berkas pengaduannya pada Rabu (28/11). Penyidik akhirnya memanggil Tiara Ananda (8) kakak Aini untuk menjalani pemeriksaan.

Dari keterangan sang kakak, yang kebetulan tinggal bersama Aini didapatkan keterangan bahwa sakit yang diderita oleh adiknya itu karena dipukul dengan menggunakan talenan oleh sang ibu tiri. Tiara mengatakan, selain dipukul rupanya adiknya itu juga pernah dibanting oleh Nurlena serta diikat dan ditendang saat nakal.

Dari pengakuan Tiara, didapat bahwa sang ibu tiri melarangnya untuk bilang kepada ayahnya mengenai kejadian tersebut. "Kalau ditanya bapak jangan bilang ditendang mamah," kata Agusdiana menirukan keterangan Tiara saat menjalani pemeriksaan kemarin.

Setelah sempat dirawat selama empat hari, nyawa Aini Junistisia (4) tidak tertolong. Aini, balita lucu itu menghembuskan napas terakhir di RS Fatmawati kemarin pagi sekitar pukul 06.00 WIB akibat pecah pembuluh darah dan juga pergeseran otak. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP