Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ibu bersalin meninggal dunia, Gubernur sidak RSIA Aceh

Ibu bersalin meninggal dunia, Gubernur sidak RSIA Aceh Ilustrasi Ibu Hamil. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pascameninggalnya seorang pasien ibu bersalin atas nama Suryani Abdul Wahab beserta bayinya pada Selasa (29/3), Gubernur Aceh, Zaini Abdullah langsung melakukan sidak ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), Banda Aceh, Rabu (30/3) siang sekira pukul 14.30 WIB.

Meskipun meninggalnya pasien di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh pascaoperasi, yang menjadi sorotan adalah RSIA. RSIA diduga terlambat penanganan medis, hingga pasien harus merintih kesakitan selama 8 jam karena tidak ada dokter.

Kedatangan orang nomor satu di Aceh ini membuat perhatian pengunjung di rumah sakit tersebut tertuju pada Zaini Abdullah berserta rombongan. Setiba di RSIA, Banda Aceh, Zaini Abdullah langsung disambut oleh Direktur RSIA dan langsung melakukan pertemuan.

Pada kesempatan itu, Zaini berjanji akan melakukan evaluasi dan membuat kronologi rekam medis untuk mengetahui penyebab kematian ibu bersalin ini beserta anaknya. Bila menemukan ada kelalaian dari pihak rumah sakit, dia berjanji akan menindak tegas.

"Saya belum bisa berikan keterangan pasti karena informasi masih simpang siur. Kita tunggu kronologisnya. Saya sudah minta kepada direktur RSIA untuk membuat kronologis," kata Zaini.

Menurutnya, kelalaian dalam merawat pasien merupakan kesalahan fatal yang tidak bisa ditolerir, karena bisa mengancam jiwa seseorang. Seperti kejadian yang menimpa Suryani, pihaknya sedang menunggu hasil rekam medis dari pihak rumah sakit.

Sementara itu, Direktur RSIA, Erni Ramayani saat diminta tanggapan tidak banyak bicara. Dia hanya menjawab pertanyaan yang dilontarkan media sekedarnya dan lebih irit bicara.

Erni hanya menyebutkan, saat itu pasien dalam kondisi normal. Meskipun ia akui ketiga dokter yang ada di RSIA tidak berada di tempat. Satu orang dokter piket yaitu dr Ulfa sedang sakit dan dua lagi berhalangan. Makanya pihaknya merujuk pasien ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), Banda Aceh.

"Memang dokter pikat sakit dan waktu itu dokter lain pun berhalangan," jelasnya singkat.

Erni juga membantah tudingan ada unsur kesengajaan sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Akan tetapi, ia berkali-kali menyebutkan, mereka telah melakukan penganan medis secara baik.

"Kita telah tangani dengan baik. Lengkapnya mungkin bisa juga ditanyakan pada dokter piket," kata Erni.

Kemudian, dokter piket hari itu, dr Ulfa mengatakan, dirinya hari itu sedang dalam kondisi kurang sehat. Akan tetapi, dia mengaku tetap ada melakukan koordinasi perkembangan pasien dari perawat.

"Saya koordinasi terus dengan perawat. Informasi dari perawat kondisinya masih normal," jelas dr Ulfa.

Namun saat ditanyakan bahwa apakah dia tau keluarga pasien meminta untuk dioperasi. Dr Ulfa mengaku tidak mendapatkan informasi tersebut. "Perawat tidak memberitahukan kepada saya bahwa keluarga minta dioperasi," jelasnya.

Lanjutnya, baru kemudian pada pukul 19.30 WIB hari itu dia mengambil kesimpulan untuk dirujuk, karena tidak ada dokter yang bisa menggantikannya. "Karena tidak ada dokter ganti, makanya kita perintahkan untuk rujuk pasien itu ke RSUZA," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Suryani Abdul Wahab, warga Desa Lambatee, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar meninggal dunia bersama bayinya di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA). Pasien ini merupakan rujukan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), Banda Aceh.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP