Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ibas sebut pengepungan anarkis, Anas bilang salah paham

 Ibas sebut pengepungan anarkis, Anas bilang salah paham Anas DPP Demokrat. merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ada yang menarik dari insiden di Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, kemarin. Reaksi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), yang hadir dalam insiden, berbeda satu sama lain.

Anas terkesan lebih santai menghadapi kejadian tersebut. Meski mengaku kondisi di bandara tidak kondusif, Anas menyebut kejadian tersebut hanyalah salah paham.

"Ketika saya, sekjen dan rombongan datang, keselahpahaman itulah yang diungkapkan. Sayang ada yang memakai bahasa 'massa'," kata Anas lewat akun Twitter-nya, Kamis (24/5).

Sebaliknya, Ibas menyebut kejadian tersebut sebagai pengepungan atau penghadangan anarkis. “Insiden kecil ini sangat disesalkan. Peristiwa yang mengarah ke anarkis ini tidak bisa ditolerir dalam etika berorganisasi,” ujar Ibas.

Bahkan Ibas mengatakan, DPP Partai Demokrat akan melakukan investigasi atas peristiwa tersebut, dan menjalankan garis dan disiplin partai.

“DPP Partai Demokrat akan segera menginvestigasi kejadian di Ternate. Bila terbukti mengarah pada satu konspirasi, tentu DPP Demokrat akan menegakkan disiplin organisasi sesuai dengan ketentuan partai,” tegas Ibas.

Jika Ibas mengakui adanya pengepungan atau penghadangan, Anas membantah pemberitaan yang menyebut mereka diusir. "Kalau ada yang bilang Anas-Ibas diusir, itu salah. Kami kembali dengan diantar ke pesawat oleh Ketua DPD Malut dan para kader," kata Anas.

Apakah beda antara dihadang/dikepung dengan diusir? Hanya Ibas dan Anas yang tahu. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP