Ibaratkan orang pacaran, Menko Luhut akan damaikan KY dan Sarpin
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Luhut Pandjaitan menjadi Menko Polhukam. Luhut menggantikan politikus NasDem Tedjo Edy Purdijatno yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.
Bagaimana nasib konflik KY dengan Hakim Sarpin yang sebelumnya bakal dimediasi Tedjo?
"Ya nanti. Enggak ada yang konflik. Pasti ada salah pengertian, nanti pelan-pelan kita ajak bicara-bicara, saya harap enggak ada lagi ke depan," kata Luhut di DPR, Jakarta, Jumat (14/8).
Menjadi Menko Polhukam, Luhut optimis ke depannya tidak ada konflik antar-lembaga, termasuk masalah KY dan Hakim Sarpin. Luhut pun yakin dapat diselesaikannya.
Luhut menegaskan, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan jika dibicarakan. "Ya kita hanya menyarankan untuk bicara," ujarnya.
"Kan apa yang tidak bisa diselesaikan secara komunikasi dengan baik, kamu pun kalau punya pacar juga kan," tandasnya.
Seperti diketahui, Komisioner KY Imam Anshori Saleh mengkhawatirkan reshuffle Menko Polhukam, Tedjo Edhy Purdijanto mempengaruhi proses mediasi dengan Hakim Sarpin Rizaldi. Hal itu terkait penetapan tersangka Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan Komisioner KY Taufiqurahman Sauri atas kasus pencemaran nama baik Hakim Sarpin Rizaldi.
"Jadi Pak Tedjo itu yang sudah berbaik hati melakukan inisiasi untuk mediasi tiba-tiba diganti ya," kata Imam di Gedung Komisi Yudisial, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (13/8).
Menurutnya, KY akan membuka komunikasi dengan Luhut Panjaitan yang dipilih Presiden Joko Widodo menggantikan Tedjo Edhy. Sebab, KY takut pemerintah abai terhadap komitmen mendamaikan keduanya.
"Paling tidak mengingatkan komitmen awal pemerintah untuk memediasi itu. Syukur-syukur kalau Pak Tedjo sudah menyampaikan itu juga," tuturnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya