Ibadah Natal di Depok Khidmat, Gereja Batasi Kehadiran Jemaat
Merdeka.com - Sebanyak 762 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan pelaksanaan ibadah Natal 2021 di Kota Depok. Seluruh gereja dijaga petugas gabungan TNI, Polri dan pemerintah kota serta warga.
Berdasarkan pemantauan di sejumlah gereja, pelaksanaan ibadah malam Natal 2021 berlangsung khidmat dan lancar.
"Malam Natal ini hari ini saya (Dandim) beserta Kapolres dan jajaran melaksanakan pengamanan di titik-titik pelaksanaan ibadah dalam rangka menjamin dan meyakinkan pelaksanaan ibadah hari ini berjalan aman, lancar, sehingga saudara-saudara kita yang beragama Nasrani bisa lebih tenang, lebih khusyuk dan nyaman untuk melaksanakan ibadah," kata Dandim 0508/ Depok Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunte saat memantau Gereja Pancaran Kasih, Jumat (24/12).
Satu gereja dijaga sekitar 30 petugas gabungan. Namun pada gereja yang memiliki jemaat banyak dilakukan penambahan personel.
Pengamanan ibadah dilakukan sejak Jumat (24/12) sore hingga besok. "Kami akan terus (jaga) sampai besok melaksanakan patroli agar wilayah Depok ini dapat terjamin keamanannya selama saudara kita yang beragama Nasrani menjalankan ibadah," ungkapnya.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar menambahkan, ada perbedaan skema pengamanan di tahun ini. "Jelas ada karena tahun lalu kita level 4 kan, kalau ini level 1. Tapi itu pun tetap melaksanakan itu berdasarkan Inmendagri, jadi ada yang daring, dibatasi kurang lebih hanya 25 persen," katanya.
Jemaat Dibatasi
Sementara itu, Majelis Gereja Pancaran Kasih Diaken Tanto Istianto mengatakan, jumlah jemaat yang dibenarkan datang langsung hanya dibatasi 250 orang dari kapasitas 700 orang. Jemaat yang tidak dapat hadir langsung bisa mengikuti ibadah secara daring.
"Kita lakukan (pembatasan) sebanyak 50 persen. Biasa malam Natal ini sampai 700, kita batasi hanya 250 maksimal. Ada juga yang live streaming," ucapnya.
Pihak gereja juga tidak memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun untuk mengikuti ibadah secara langsung di gereja. Setiap jemaat wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. "Kami menerapkan protokol kesehatan 5M. Di bawah usia 12 tahun tidak diperkenankan hadir dan kita pakai PeduliLindungi juga pengukur suhu tubuh. Dan kita juga dilengkapi CCTV dari jalan ataupun dalam gereja," pungkasnya.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya