Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hutan mangrove, alternatif tempat ngabuburit di Bali

Hutan mangrove, alternatif tempat ngabuburit di Bali Taman Hutan Raya Ngurah Rai. ©2018 Merdeka.com/Kadafi

Merdeka.com - Saat bulan Ramadan, untuk mencari tempat ngabuburit di Pulau Dewata Bali tak hanya melulu pantai, pantai dan pantai. Namun, salah satu tempat yang nyaman untuk ngabuburit ialah Taman Hutan Raya Ngurah Rai, atau lebih dikenal dengan Mangrove Information Center (MIC).

Para pengunjung bisa mencoba menelusuri rimbunnya hutan mangrove tersebut yang luasnya mencapai 1.373 Hakter dengan panjang 1,5 kilometer.

Untuk tepatnya hutan mangrove ini berada di kawasan Suwung Kauh, Denpasar, Bali, tepatnya di Jalan By Pass Ngurah Rai. Jika masih kebingungan, posisinya jika dari arah Sanur Denpasar menuju ke arah Bandara Udara Ngurah Rai, lokasi mangrove berada di sebelah kiri jalan By Pass, sebelum Simpang Dewa Ruci.

Saat memasuki hutan tersebut, para pengunjung bisa menjelajahi luasnya hutan mangrove ini dengan mangrove track, yang terbuat dari kayu. Dari panjangnya track ini, akan melihat berbagai biota asli hutan mangrove yang masih alami. Mulai dari, burung ikan, keong, kepiting, hingga binatang rawa lainnya.

Selain itu, di hutan mangrove ini udara sangat sejuk, dengan ditemani angin sepoi-sepoi menambah nikmat suasana dan sangat cocok bagi pengunjung.

Dalam hutan juga disediakan tempat khusus istirahat, seperti tower di tengah hutan untuk bisa melihat seluruh kawasan, untuk menikmati keindahan alamnya, merasakan angin yang bertiup sepoi-sepoi, berfoto-foto, atau juga memancing.

R Guntara selaku, Polisi Kehutanan Unit Pelaksana Teknis Hutan Raya Ngurah Rai, dari Dinas Kehutanan Provisi Bali, menjelaskan bahwa wisata hutan Mangrove ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga pukul 18.00 WITA. Wisatawan hanya perlu membeli tiket Rp 10.000 untuk masuk dan menikmati keindahannya.

"Nuansa alamnya hutan mangrove ini memang alami, jadi khususnya untuk para pengunjung untuk mencari hiburan dan bersantai sangat bagus dan dari segi psikologis dan kesehatan juga baik," ucapnya, Sabtu (26/5).

taman hutan raya ngurah rai

Menurut Guntara, selain bisa buat hiburan di tempat ini juga bisa untuk memancing, asalkan tidak merusak lingkungan habitat atau buang sampah sembarangan.

"Untuk di bulan Ramadan, ngabuburit di sini itu kembali ke manusianya suka atau tidak sukanya. Tapi, kalau untuk ngabuburit pendapat saya sangat bagus karena suasana sejuk," katanya.

Selain itu, untuk kunjungan wisatawan ke hutan Mangrove ini, menurut Guntara bervariasi mulai dari lokal dam mancanegara tapi secara presentasi memang lebih banyak lokal.

Sementara, Albert salah satu pengunjung yang liburan bersama istrinya ke hutan mangrove ini, mengatakan bahwa untuk pemandangannya cukup bagus dan alami. Tetapi, jika tak ada sampah akan lebih bagus sekali.

"Pemandangan cukup bagus dan alami, tapi kalau tidak ada sampah semakin bagus, kalau alam bagus sekali. Saya dan istri lagi liburan saja. Karena tempat ini cukup adem dan pas untuk menghindari kebisingan karena suasana sangat sepi," ujar warga Denpasar ini. (mdk/rzk)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP