Hutan Kendeng sering ditebang, 20 warga mengadu ke Ganjar
Merdeka.com - Sebanyak 20 orang warga Samin 'Sedulur Sikep' menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kantor Gubernuran, Pemprov Jateng Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/5). Kedatangan mereka untuk melaporkan dan mengeluhkan maraknya pembalakan hutan yang merajalela di sekitar lereng Gunung Kendeng, tepatnya tiga Kecamatan di Pati, Jawa Tengah.
Tokoh Sedulur Sikep Gunretno memimpin warga yang membawa bakul berisi bibit pohon. Salah satunya menyerahkan kendi berisi air dari Pegunungan Kendeng kepada Ganjar.
Usai menyampaikan keluhan tentang penebangan hutan, warga Sedulur Sikep menembangkan lagu Jawa tentang kelestarian alam di hadapan Ganjar. "Dirinya sengaja datang tanpa pemberitahuan karena situasi yang sangat gawat. Kalau pakai surat, alase selak entek (hutannya sudah akan habis)," kata Guretno.
Dengan menggunakan bahasa Jawa Ngoko, Gunretno menjelaskan bagaimana pembalakan hutan marak di tiga kecamatan di Pati. Yakni Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Kayen dan Kecamatan Tambakromo.
"Praktik penebangan hutan secara serampangan itu sudah diketahui aparat kepolisian, Pemda Pati, dan Perhutani, namun terkesan dibiarkan. Perhutani, kepolisian harusnya sudah tahu, tapi kok raono sing nindak (tapi tidak ada yang bertindak). Ono sing kecekel, rung suwe kok metu neh (ada yang ditangkap tapi tidak lama keluar lagi)," tuturnya.
Ganjar mengapresiasi kedatangan Sedulur Sikep dan menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Ia meminta bukti visual dari Gunretno segera dikirimkan.
"Ini laporan bagus, terima kasih pada warga Sedulur Sikep, saya akan segera menindaklanjuti," ujarnya.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya