Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

HUT TNI ke-71, harus jadi momentum penguatan netralitas

HUT TNI ke-71, harus jadi momentum penguatan netralitas jokowi di hut tni ke-70. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memasuki usianya ke-71. Di umur yang tak lagi muda penguatan netralitas TNI dalam berpolitik ini dipertaruhkan. Apalagi adanya figur Agus Yudhoyono yang mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang.

Untuk diketahui, Agus Yudhoyono yang merupakan putra mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menjadi Komando Resimen Korps Taruna Akmil pada 1999 dan mantan Pasiops Yonif Linud 305/Tengkorak.

"Fenomena Agus Yudhoyono maju dalam Pilgub DKI Jakarta, harus dicermati untuk memastikan personel TNI tetap netral dalam pesta demokrasi," kata Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Pajajaran Muradi.

Dia mencermati, TNI memang tidak lepas dari jiwa korsa militer yang sangat kuat. Dia menyebut, Agus memang menjadi magnet di institusi TNI meski secara resmi mengundurkan diri dari kesatuannya.

"Keberadaan calon berlatar belakang militer mengindikasikan akan tetap memanfaatkan jaringan TNI baik secara langsung maupun lintas angkatan," ungkapnya.

Dia mengatakan, TNI harus memanfaatkan momentum HUT TNI ini untuk tetap beririsan dengan penguatan masyarakat sipil demokratis. "Salah satu yang dapat dilakukan oleh pimpinan TNI adalah dengan melakukan pengawasan terintegrasi dengan kepentingan publik," ujarnya.

"Irisan antara penguatan demokrasi dengan profesionalisme TNI ada pada bagaimana internal TNI mampu mengimplementasikan apa yang menjadi kehendak sipil dalam tata kelola pemerintahan sipil demokratik," kata dia melanjutkan.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP