Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Humas Polda Aceh: Anak SMA melawan, maka ditembak

Humas Polda Aceh: Anak SMA melawan, maka ditembak Korban Penembakan Polisi di Aceh. ©2013 Merdeka.com/Afif

Merdeka.com - Polisi Daerah (Polda) Aceh membantah polisi telah bertindak semena-mena terhadap T Riyan Ramadhan (20). Selain ditembak polisi AKP Khairul Waddin yang bertugas di Polda Aceh, korban juga dipukuli dan ditelanjangi.

Sanggahan ini disampaikan oleh Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo, Kamis (7/11) saat dihubungi oleh merdeka.com. Menurut Gustav, Riyan Ramadhan adalah pelaku pengedar narkoba yang ditangkap oleh AKP Khairul Waddin.

"Tidak benar dianiaya, tetapi saat itu AKP Khairul Waddin menangkap Riyan Ramadhan, tetapi Riyan melawan, makanya ditembak," tegas Gustav Leo.

Dijelaskannya kembali, setelah ditangkap oleh polisi, Riyan langsung diserahkan pada Polresta Banda Aceh karena terbukti memiliki dan mengedar barang haram tersebut. Bersama tersangka (Riyan Ramadhan) ada barang bukti (BB) jenis sabu-sabu.

"Setelah itu Riyan diserahkan pada Polresta Banda Aceh, jadi, saya tegaskan, tidak ada penyiksaan, tapi tersangka melawan," tegasnya.

Gustav juga mengatakan, AKP Khairul Waddin merasa marah karena Riyan mempengaruhi anaknya untuk ikut menjual sabu bersamanya. "Siapa yang gak marah kalau anaknya diajak menjual sabu," ungkap Gustav.

Mengenai sudah dilaporkan pada Propam sebagaimana pengakuan orang tua Riyan, Gustav Leo menerangkan itu bukan wewenangnya. "Kalau itu tanya sama Propam, jangan tanya saya," imbuhnya.

Sementara keluarga Riyan Ramadhan mengaku AKP Khairul Waddin telah menganiaya korban. Riyan mengalami memar dan patah tulang akibat tembakan senjata api milik AKP Khairul Waddin.

"Waktu ditembak itu sekitar setengah meter jaraknya dengan Riyan," sebut ayah korban, T Barlian. (mdk/tts)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP