Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hujan Tiga Hari Berturut-turut, Bendungan Benanga Samarinda di Level Waspada

Hujan Tiga Hari Berturut-turut, Bendungan Benanga Samarinda di Level Waspada Bendungan Benanga Samarinda. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Bendungan Benanga Lempake, di Samarinda, Kalimantan Timur, berada di level waspada. Kenaikan debit bendungan disebabkan hujan deras selama tiga hari berturut-turut hingga Minggu (22/12). Ribuan rumah yang berada di kawasan aliran Sungai Karang Mumus (SKM) terancam banjir.

Pantauan Merdeka.com pada Senin (23/12) sekira pukul 11.04 Wita, debit tinggi muka air (TMA) Bendungan Benanga mendekati angka 70 cm.

"Posisi 68 cm. Ini level waspada. Kalau di hilir bendungan, di permukiman aliran sungai karang mumus (SKM) siaga 1," kata petugas jaga Bendungan Benanga, Saryono, kepada merdeka.com.

Saryono menerangkan, peningkatan TMA terjadi perlahan 1-2 cm mulai Minggu (22/12) kemarin, sebagai imbas dari hujan 2 hari sebelumnya. "Kemarin kan hujan merata di hilir dan hulu Bendungan," ujar Saryono.

hujan tiga hari berturut-turut, bendungan benanga samarinda di level waspadaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dia menjelaskan, pembersihan bendungan dari Gulma, terus berjalan sampai sekarang ini. Rencananya, bakal dilakukan pengerukan sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan Bendungan.

"Debit TMA 68 cm ini, mungkin masih meningkat 69 cm. Bisa bertahan, asalkan di hulu Bendungan (kawasan Samarinda Utara), tidak turun hujan. Karena dari hulu, air turun ke Bendungan," sebut Saryono.

Masih disampaikan Saryono, banjir besar yang merendam sebagian wilayah Samarinda di bulan Juni 2019 lalu, posisi tertinggi TMA berada di 78 cm.

"Waktu itu hujan siklus 10 tahunan. Di hilir Bendungan (permukiman di bantaran SKM) perlu diperhatikan," ungkap Saryono.

"Perlu dilihat juga. Yang jelas, alur SKM itu perlu ada pelebaran, dan juga pengerukan untuk meminimalisir dampak dari meningkatnya TMA di Benanga ini," demikian Saryono.

Untuk diketahui, sebagian kota Samarinda dilanda banjir akibat luapan daerah aliran sungai Karang Mumus, selama 2 pekan sejak 8 Juni 2019. Pemkot menetapkan 2 kali status tanggap darurat hingga 21 Juni 2019. Banjir saat itu ikut melumpuhkan aktivitas masyarakat hingga kawasan bisnis. Tercatat, ada sekitar 56 ribu jiwa terdampak banjir saat itu.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP