Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hujan lebat guyur Yogyakarta picu terjadinya banjir lahar Merapi

Hujan lebat guyur Yogyakarta picu terjadinya banjir lahar Merapi Ilustrasi. ©2014 Merdeka.com/twitter BPPTK

Merdeka.com - Lima hari Yogyakarta diguyur hujan lebat. Melihat kondisi tersebut, BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Yogyakarta memperingatkan warga di sekitar lereng Merapi untuk mewaspadai banjir lahar hujan.

Peringatan tersebut diberikan karena mengingat material sisa erupsi Merapi pada tahun 2010 lalu masih tersisa 40 juta meter kubik. Karena itu potensi material terbawa lahar hujan masih sangat mungkin.

Kepala BPPTKG Yogyakarta I Gusti Made Agung Nandaka mengatakan, potensi tersebut khususnya berada di lereng sebelah selatan dan barat. "Masih ada potensi, sampai sekarang masih ada 40 juta meter kubik material yang mungkin menimbulkan banjir lahar hujan apalagi kalau hujan lebat," katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (10/11).

Potensi banjir lahar hujan akan mengalir di sejumlah lokasi di antaranya sungai Woro, Gendol, Oya, Putih dan beberapa sungai yang berhulu dari Merapi. Endapan material yang ada di permukaan berpotensi turun jika hujan lebat.

"Potensinya merata terutama sungai yang berhulu di barat dan selatan lereng Merapi. Warga di sekitar sungai harus waspada," tambahnya.

Untuk mengantisipasi banjir lahar hujan, pihaknya sudah memasang early warning system sejak akhir tahun 2010. Pihak juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dan juga komunitas di lereng Merapi.

"Kami sudah ada sistem peringatan dini. Warga, komunitas relawan dan juga Pemkab juga berkoordinasi dengan kami," terangnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP