HMI klaim wajar anggaran kongres Rp 3 miliar dari APBD Riau
Merdeka.com - Kongres organisasi Himpunan Mahasiswa Islam ke-29 di Kota Pekanbaru, Riau, dikabarkan pembiayaannya disokong dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Provinsi Riau. Duit bakal digelontorkan buat suksesi kepemimpinan HMI sebesar Rp 3 miliar itu konon lebih besar ketimbang biaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di daerah itu, yang cuma dijatah Rp 1,4 miliar.
Ternyata, menurut Majelis Pengawas dan Konsultasi (MPK) Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), M. Yusuf, angka sebesar itu dinilai wajar. Sebab, dia beralasan fulus itu buat keperluan kongres.
"Itu dana untuk keperluan peserta kongres yang jumlahnya 2.000-an, mulai dari transportasi, akomodasi sampai biaya kedatangan Wapres. Saya kira sudah sesuai," kata Yusuf di Pekanbaru, Selasa (24/11).
Yusuf melanjutkan, besaran dana yang bikin perdebatan publik itu sampai sekarang belum cair. Dia malah menyalahkan media massa yang tidak paham pengelolaan dana itu.
"APBD yang ramai dibicarakan di media yang katanya bermewah-mewahan, menghamburkan uang masyarakat Riau, padahal sebenarnya hampir di setiap kongres dinego oleh tuan rumah. PB HMI hanya menentukan apakah layak atau tidak fasilitas sesuai anggaran. Nah, makanya DPRD Riau menyepakati," ujar Yusuf.
Yusuf juga mengklaim, dana bantuan dari instansi Pemerintah Provinsi Riau sudah sesuai undang-undang.
"Itu sudah diatur dalam undang-undang. Yang penting akuntabilitasnya dan transparan. Pada intinya, APBD ini milik rakyat Riau, dan kami berterima kasih kepada pemerintah Riau lewat Pemda yang membantu kami. Kami berterima kasih atas supportnya," ucap Yusuf.
Yusuf sesumbar Kongres HMI ke-29 memberi efek positif pada perekonomian Riau. Dia beralasan, dengan kedatangan kader organisasi itu, hotel-hotel di Pekanbaru penuh.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya